Banten

Xabi Alonso Bisa Tolak Chelsea Jika Tak Diberi Kendali Penuh di Stamford Bridge

Aullia Rachma Puteri | 14 Mei 2026, 21:33 WIB
Xabi Alonso Bisa Tolak Chelsea Jika Tak Diberi Kendali Penuh di Stamford Bridge
Xabi Alonso, pelatih yang diincar Chelsea.

AKURAT BANTEN - Nama Xabi Alonso mulai semakin sering dikaitkan dengan kursi pelatih Chelsea F.C. untuk musim depan setelah masa depan proyek The Blues kembali dipenuhi tanda tanya.

Di tengah kondisi klub yang masih belum benar-benar stabil meski sudah menghabiskan dana besar dalam beberapa musim terakhir, muncul keyakinan bahwa Chelsea membutuhkan sosok pelatih dengan karakter kuat dan filosofi permainan yang jelas untuk mengembalikan mereka ke papan atas sepak bola Inggris maupun Eropa.

Xabi Alonso dianggap sebagai salah satu kandidat paling menarik karena keberhasilannya membangun identitas permainan modern selama menangani Bayer 04 Leverkusen.

Gaya bermain yang agresif, fleksibel, dan penuh kontrol membuat banyak pengamat merasa Alonso memiliki kapasitas untuk memimpin proyek jangka panjang Chelsea yang saat ini masih terlihat belum sepenuhnya menemukan arah.

Baca Juga: Final FA Cup Jadi Penentuan! Chelsea Punya Kesempatan Ubah Musim yang Nyaris Gagal

Namun, situasi Chelsea jelas berbeda dibanding klub-klub lain yang pernah dikaitkan dengan Alonso. Dalam beberapa musim terakhir, The Blues dikenal memiliki struktur manajemen yang sangat kompleks sejak diambil alih BlueCo.

Perekrutan pemain yang sangat aktif memang membuat skuad Chelsea dipenuhi talenta muda berbakat, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan kritik karena banyak transfer dianggap tidak benar-benar sesuai kebutuhan tim di lapangan.

Karena itulah, jika benar-benar ingin menerima pekerjaan di Stamford Bridge, Alonso diperkirakan tidak akan datang tanpa syarat besar.

Salah satu hal yang diyakini menjadi perhatian utamanya adalah soal kendali penuh terhadap aspek teknis tim.

Baca Juga: Manchester City Belum Menyerah, Perebutan Gelar Premier League Kini Makin Gila

Alonso tentu ingin memiliki ruang besar untuk menentukan filosofi permainan, metode latihan, hingga arah pembangunan skuad tanpa terlalu banyak intervensi dari petinggi klub.

Situasi tersebut terasa sangat penting karena beberapa pelatih Chelsea sebelumnya sering dianggap tidak memiliki kuasa penuh terhadap proyek olahraga klub.

Dalam banyak kasus, keputusan transfer lebih banyak dikendalikan struktur manajemen dibanding kebutuhan taktik pelatih. Hal seperti itu diperkirakan tidak akan cocok dengan karakter Alonso yang dikenal detail dan sangat terlibat dalam pembangunan tim.

Selain kendali teknis, sektor transfer juga diyakini menjadi fokus besar Alonso jika ia benar-benar datang ke London.

Baca Juga: Dari Wonderkid Jadi Bintang Utama, Lamine Yamal Kini Wajah Baru Barcelona

Chelsea memang memiliki skuad muda yang sangat potensial, tetapi masih banyak posisi yang dianggap belum ideal untuk bersaing memperebutkan gelar besar. Salah satu area yang paling sering mendapat kritik adalah posisi penjaga gawang.

Performa Robert Sánchez dinilai belum cukup konsisten untuk menjadi fondasi utama klub yang ingin kembali bersaing di level tertinggi.

Karena itulah, Chelsea diperkirakan perlu mencari kiper baru dengan kualitas dan pengalaman lebih matang jika ingin meyakinkan Alonso bahwa proyek mereka benar-benar serius.

Masalah di lini belakang juga belum selesai. Meski Levi Colwill dianggap sebagai salah satu bek muda terbaik Inggris saat ini, Chelsea masih belum menemukan pasangan ideal yang benar-benar stabil.

Baca Juga: Manchester City Hajar Crystal Palace 3-0, Anak Asuh Guardiola Masih Berpeluang Beri Kutukan Runner Up ke Arsenal

Cedera dan inkonsistensi performa membuat sektor pertahanan mereka beberapa kali terlihat rapuh sepanjang musim. Yang menarik, Alonso juga diyakini akan meminta tambahan pemain senior di ruang ganti Chelsea.

Dalam beberapa musim terakhir, The Blues terlalu bergantung pada pemain muda sehingga sering kehilangan ketenangan dalam pertandingan penting.

Kehadiran figur berpengalaman dianggap penting untuk membantu perkembangan skuad muda mereka yang sebenarnya memiliki potensi besar.

Selain urusan teknis dan transfer, faktor kontrak kerja juga bisa menjadi pembahasan penting. Alonso disebut lebih menyukai kontrak yang fleksibel dan tidak terlalu panjang karena ia tentu memahami betapa tingginya tekanan di Stamford Bridge.

Baca Juga: Mental Juara Sang Megabintang, Cristiano Ronaldo Yakin Dirinya Masih Bisa Bawa Al Nassr Sabet Gelar Juara Liga Saudi

Situasi Chelsea yang masih belum sepenuhnya stabil membuat kontrak jangka pendek kemungkinan terasa lebih aman dibanding komitmen jangka sangat panjang.

Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Chelsea tertarik kepada Xabi Alonso, melainkan apakah Chelsea siap memenuhi tuntutan seorang pelatih yang ingin membangun tim dengan caranya sendiri.

Sebab jika The Blues benar-benar ingin kembali menjadi kekuatan besar, mereka tampaknya harus mulai memberi kepercayaan penuh kepada pelatih, bukan sekadar menjadikannya wajah proyek yang sewaktu-waktu bisa disalahkan ketika keadaan memburuk.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.