“Saya Menyesal ke Barcelona” — Griezmann Tutup Kisah Emosional di Atletico Madrid

AKURAT BANTEN - Momen emosional terjadi di Metropolitano Stadium ketika Antoine Griezmann menjalani laga kandang terakhirnya bersama Atlético Madrid dalam kemenangan tipis 1-0 atas Girona FC pada lanjutan La Liga, Senin (18/5/2026) dini hari WIB.
Bukan hanya kemenangan yang menjadi sorotan malam itu, melainkan juga pidato perpisahan sang pemain yang akhirnya secara terbuka meminta maaf kepada para suporter karena pernah meninggalkan Atletico demi bergabung dengan FC Barcelona beberapa tahun lalu.
Suasana stadion terasa berbeda sejak awal pertandingan. Banyak suporter Atletico datang dengan emosi campur aduk karena mereka tahu era Griezmann bersama Los Colchoneros benar-benar akan berakhir musim panas ini.
Penyerang asal Prancis tersebut dikabarkan akan melanjutkan kariernya ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan Orlando City SC di kompetisi Major League Soccer.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Burnley: Arteta Turunkan Mesin Tempur Demi Gelar!
Meski kini berusia 35 tahun, Griezmann tetap dianggap sebagai salah satu pemain paling penting dalam sejarah modern Atletico Madrid.
Ia bukan hanya ikon permainan menyerang klub, tetapi juga telah menjelma menjadi top skor sepanjang masa Atletico dengan torehan 212 gol di semua kompetisi, melewati sejumlah legenda besar yang sebelumnya menghiasi sejarah klub ibu kota Spanyol tersebut.
Perjalanan Griezmann bersama Atletico memang penuh cerita emosional. Ia pertama kali datang pada 2014 dari Real Sociedad dan berkembang menjadi salah satu penyerang terbaik Eropa di bawah asuhan Diego Simeone.
Bersama Atletico, Griezmann sukses memenangkan UEFA Europa League Final 2018 dan membawa klub bersaing ketat melawan dominasi Real Madrid dan Barcelona di Spanyol.
Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Burnley: The Gunners Mulai Mencium Aroma Juara!
Namun hubungan indah itu sempat rusak ketika Griezmann memutuskan pindah ke Barcelona pada musim panas 2019. Transfer tersebut memancing kemarahan besar dari fans Atletico yang merasa dikhianati, apalagi sebelumnya Griezmann sempat membuat dokumenter kontroversial berjudul “La Decision” untuk mengumumkan masa depannya.
Kemarahan suporter kala itu benar-benar nyata. Plakat Griezmann di luar stadion sempat dirusak, namanya dicemooh setiap kembali ke Metropolitano, dan banyak fans yang menolak memaafkan keputusannya meninggalkan klub demi rival domestik.
Ironisnya, karier Griezmann di Barcelona justru tidak berjalan sesuai harapan. Meski sempat mempersembahkan trofi Copa del Rey, ia kesulitan menemukan performa terbaiknya karena harus berbagi peran dengan Lionel Messi dan sistem permainan Barcelona yang berbeda jauh dengan Atletico.
Situasi itulah yang akhirnya membuat Griezmann kembali ke Atletico pada 2021 dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan. Perlahan hubungan dengan fans mulai membaik karena sang pemain menunjukkan komitmen besar untuk membawa Atletico kembali bersaing di papan atas.
Baca Juga: Bali United Menutup Musim dengan Senyum Lebar, Bhayangkara FC Dibantai di Gianyar
Pada laga terakhirnya di Metropolitano, Griezmann akhirnya menyampaikan isi hatinya langsung kepada para pendukung Atletico setelah peluit akhir berbunyi.
“Pertama, terima kasih semuanya karena tetap bertahan di sini. Ini luar biasa,” ujar Griezmann di tengah tepuk tangan suporter.
Ia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang membuat suasana stadion semakin emosional.
“Saya tahu kalau banyak yang sudah memaafkan dan ada yang belum, tapi saya ingin minta maaf lagi. Saya tidak menyadari cinta yang saya dapat di sini. Saya masih sangat muda.”
Baca Juga: Saat Tim Senior Melempem, Persija U-20 Justru Bikin The Jakmania Bangga Lagi
“Itu adalah sebuah kesalahan. Saya mempertimbangkannya lagi dan kami melakukan segalanya untuk kembali dan menikmatinya lagi,” lanjut Griezmann.
Ucapan tersebut langsung mendapat respons hangat dari sebagian besar pendukung Atletico. Banyak fans terlihat memberikan standing ovation sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Kini, meski perjalanan Griezmann bersama Atletico Madrid akan segera berakhir, namanya tampaknya tetap akan dikenang sebagai salah satu simbol penting era Diego Simeone.
Hubungan mereka memang pernah retak, tetapi malam perpisahan itu terasa seperti penutup sempurna untuk kisah panjang yang penuh cinta, konflik, dan penebusan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








