John Herdman Mulai Revolusi Timnas Indonesia, Piala AFF Kini Bukan Sekadar Cari Gelar

AKURAT BANTEN - Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Indonesia national football team mulai memperlihatkan arah yang jelas untuk masa depan sepak bola Indonesia, karena pelatih asal Kanada tersebut ternyata tidak hanya fokus mengejar hasil instan, melainkan sedang membangun fondasi jangka panjang menuju AFC Asian Cup dan bahkan persiapan menuju level yang lebih tinggi di masa mendatang.
Dalam beberapa pernyataannya, Herdman menegaskan bahwa AFF Championship nanti akan menjadi ajang penting untuk melihat kualitas pemain domestik Indonesia, terutama para pemain muda yang selama ini belum mendapatkan banyak kesempatan tampil di level internasional.
Keputusan itu cukup menarik karena biasanya publik Indonesia selalu menuntut Timnas untuk langsung mengejar gelar juara setiap kali tampil di turnamen Asia Tenggara.
Namun Herdman justru melihat AFF sebagai laboratorium besar untuk membangun skuad yang lebih matang. Ia memahami antusiasme suporter yang haus trofi setelah Indonesia beberapa kali gagal menjadi juara meski sempat melaju jauh di turnamen tersebut, tetapi menurutnya kemenangan besar tidak bisa hadir tanpa proses yang benar dan pondasi yang kuat.
Baca Juga: “Harus Mau Mati untuk Negara!” Herdman Mulai Bentuk Timnas Indonesia Versi Barunya
“Jadi, saya sekarang punya kesempatan dengan Piala AFF untuk menilai pemain-pemain domestik. Saya ingin memastikan bahwa saya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda dalam turnamen tersebut,” ujar Herdman dalam pernyataannya yang dikutip Antara.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa sejumlah pemain muda Liga Indonesia kemungkinan akan mendapatkan panggung besar dalam waktu dekat.
Herdman tampaknya ingin membangun kedalaman skuad agar Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada pemain naturalisasi atau pemain yang tampil di luar negeri saja.
Strategi tersebut sebenarnya cukup masuk akal jika melihat perkembangan sepak bola Asia saat ini. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Uzbekistan mampu berkembang pesat karena berani memberi menit bermain kepada pemain muda sejak awal.
Herdman tampaknya ingin Indonesia memiliki pola pembangunan serupa agar Timnas tidak hanya kompetitif di Asia Tenggara, tetapi juga mampu bersaing di level Asia.
Selain itu, Herdman juga mulai mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Salah satu fokus pentingnya adalah menghadapi tim-tim Timur Tengah yang selama ini sering menjadi batu sandungan Indonesia di level Asia.
Karena itu, laga FIFA Matchday melawan Oman national football team pada Juni 2026 dianggap sangat penting dalam proses pembangunan skuad Garuda.
Herdman ingin para pemain Indonesia mulai memahami bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain fisik, disiplin bertahan, dan kuat dalam duel udara seperti yang biasa dimiliki negara-negara Timur Tengah.
Baca Juga: Persijap Mendadak Jadi Penjegal Liga! Persib dan Borneo Kini Sama-Sama Ketakutan
“Kita perlu belajar cara mengalahkan tim-tim tersebut dan mendominasi tim-tim tersebut,” kata Herdman.
Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa Herdman memiliki target yang jauh lebih besar dibanding sekadar menjadi kuat di ASEAN. Ia ingin Timnas Indonesia mulai berani bersaing secara mental dan permainan dengan negara-negara Asia yang selama ini dianggap berada di level lebih tinggi.
Situasi ini tentu menjadi kabar menarik bagi pencinta sepak bola Indonesia. Setelah beberapa tahun terakhir identitas permainan Timnas mulai terbentuk, kini tantangan berikutnya adalah menjaga regenerasi pemain agar skuad Garuda tetap kompetitif dalam jangka panjang.
Piala AFF nanti kemungkinan akan menjadi panggung bagi banyak wajah baru. Nama-nama muda dari Liga 1 dan EPA bisa saja mendapatkan kesempatan emas membuktikan diri langsung di hadapan publik Asia Tenggara.
Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Burnley: The Gunners Mulai Mencium Aroma Juara!
Jika proses itu berjalan baik, bukan tidak mungkin Indonesia datang ke Piala Asia 2027 dengan skuad yang lebih matang, lebih berpengalaman, dan jauh lebih siap bersaing dibanding beberapa tahun sebelumnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








