Banten

Cedera Parah Tak Bunuh Mimpi Alphonso Davies, Kanada Masih Menunggu Sang Roket Bayern

Aullia Rachma Puteri | 26 Mei 2026, 22:26 WIB
Cedera Parah Tak Bunuh Mimpi Alphonso Davies, Kanada Masih Menunggu Sang Roket Bayern
Alphonso Davies berlaga di Piala Dunia.

AKURAT BANTEN - Harapan Alphonso Davies untuk tampil di Piala Dunia 2026 ternyata belum sepenuhnya sirna. Meski dipastikan absen pada laga pembuka Kanada akibat cedera serius yang dialaminya musim ini, bintang Bayern Muenchen tersebut masih berpeluang tampil di fase selanjutnya jika proses pemulihannya berjalan sesuai rencana.

Kabar ini menjadi angin segar bagi Timnas Kanada yang sebelumnya sempat khawatir kehilangan salah satu pemain terpenting mereka sepanjang turnamen.

Davies diketahui mengalami cedera ligamen lutut pada akhir musim Bundesliga bersama Bayern Muenchen. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan menepi cukup lama.

Awalnya banyak pihak memperkirakan pemain berusia 25 tahun itu tidak akan sempat pulih untuk Piala Dunia 2026. Namun perkembangan terbaru menunjukkan kondisi Davies jauh lebih baik dari perkiraan awal.

Baca Juga: Skuad Kolombia Resmi Dirilis: James Rodriguez Masih Jadi Jenderal Los Cafeteros

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengaku tetap optimistis sang kapten bisa memberi kontribusi di turnamen nanti meski harus melewatkan pertandingan awal fase grup.

“Kami masih berharap Alphonso bisa kembali sebelum turnamen berakhir. Dia adalah pemain yang sangat penting untuk tim ini,” ujar Marsch dalam konferensi pers terbaru.

Absennya Davies jelas menjadi pukulan besar bagi Kanada. Dalam beberapa tahun terakhir, ia bukan hanya menjadi pemain terbaik negara tersebut, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola Kanada di level dunia.

Kecepatan, kemampuan menyerang, dan fleksibilitasnya membuat Davies menjadi senjata utama Kanada baik sebagai bek kiri maupun winger.

Baca Juga: Bielsa Bicara Soal Masa Depan, Timnas Uruguay Terancam Kehilangan Sang Pelatih Jenius

Bersama Bayern Muenchen, Davies sudah memenangkan berbagai gelar bergengsi termasuk Liga Champions 2020. Ia juga menjadi salah satu pemain Amerika Utara paling sukses di Eropa dalam satu dekade terakhir.

Cedera Davies sendiri terjadi di momen yang cukup buruk. Sebab Kanada datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar sebagai salah satu tuan rumah turnamen. Bersama Amerika Serikat dan Meksiko, Kanada otomatis lolos tanpa melalui babak kualifikasi.

Piala Dunia kali ini juga terasa spesial karena menjadi kesempatan kedua Kanada tampil di ajang terbesar sepak bola dunia setelah terakhir kali tampil pada 2022 di Qatar.

Saat itu, Kanada gagal lolos dari fase grup meski sempat mencuri perhatian lewat permainan agresif mereka.

Baca Juga: Argentina Bisa Bernapas Lega! Cedera Lionel Messi Ternyata Tak Separah Dugaan

Kini generasi baru Kanada dianggap jauh lebih matang. Selain Davies, skuad mereka juga diperkuat Jonathan David, Tajon Buchanan, Stephen Eustaquio, hingga Moise Bombito. Kehadiran Jesse Marsch sebagai pelatih juga membuat permainan Kanada lebih disiplin dan terorganisir.

Kanada sendiri tergabung di Grup B bersama Belanda, Ghana, dan Arab Saudi. Tanpa Davies di laga awal, Jonathan David kemungkinan akan menjadi pusat permainan utama Kanada.

Meski demikian, publik Kanada tetap berharap Davies bisa pulih tepat waktu jika tim mereka berhasil lolos ke fase gugur. Sebab keberadaan sang kapten dinilai bisa memberi pengaruh besar, baik secara teknis maupun mentalitas tim.

Menariknya, Davies juga dikenal sebagai pemain yang punya mental kuat dalam menghadapi cedera. Saat masih remaja di Vancouver Whitecaps, ia pernah mengalami berbagai masalah fisik sebelum akhirnya berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia.

Baca Juga: Iran Pilih Tijuana, Argentina Bareng Inggris di Kansas City: Drama Markas Piala Dunia 2026 Dimulai

“Dia pejuang. Jika ada pemain yang bisa kembali lebih cepat dari perkiraan, itu Alphonso,” ujar mantan pelatih Bayern, Hansi Flick, beberapa waktu lalu.

Kini seluruh Kanada menunggu satu hal: apakah sang roket Bayern bisa kembali tepat waktu dan memimpin negaranya di Piala Dunia pertama yang digelar di tanah Amerika Utara dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.