John Herdman Gemas Jelang Indonesia vs Oman, Ada Satu Hal yang Belum Bisa Ia Terima!

AKURAT BANTEN - Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dalam laga penting persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6/2026).
Pertandingan tersebut menjadi salah satu ujian terbesar bagi skuad Garuda sebelum memasuki fase kompetisi yang lebih berat. Namun menjelang laga tersebut, pelatih John Herdman mengaku masih dibuat gemas oleh satu aspek permainan timnya yang dinilai belum menunjukkan perkembangan maksimal.
Meski Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, Herdman menilai masih ada detail penting yang harus segera diperbaiki. Baginya, kualitas permainan yang baik tidak akan berarti banyak jika tim gagal memaksimalkan peluang yang tercipta.
Dalam keterangannya menjelang pertandingan, Herdman secara khusus menyoroti efektivitas penyelesaian akhir yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi skuad Garuda.
Baca Juga: Manchester City Kuasai Piala Dunia 2026! Ronaldo dan Messi Kembali Pecahkan Rekor Bersejarah
"Kami menciptakan peluang, tetapi dalam pertandingan internasional Anda harus lebih kejam di depan gawang," ujar Herdman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang pelatih belum sepenuhnya puas meski performa Indonesia secara umum terus menunjukkan tren positif.
Herdman melihat para pemain sudah mampu menjalankan instruksi taktik dengan baik, tetapi masih sering kehilangan ketenangan ketika memasuki area pertahanan lawan.
Kekhawatiran itu cukup beralasan. Oman dikenal sebagai salah satu tim yang memiliki organisasi permainan disiplin dan pertahanan yang solid. Dalam beberapa tahun terakhir, wakil Timur Tengah tersebut kerap menyulitkan lawan-lawan mereka di level Asia.
Baca Juga: Roy Keane Meragukan, Mainoo Justru Sesumbar: Inggris Siap Juara Piala Dunia!
Karena itu, peluang yang didapat Indonesia dalam pertandingan nanti kemungkinan tidak akan sebanyak ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih rendah. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan secara maksimal jika Garuda ingin meraih hasil positif.
Meski demikian, Herdman tetap mengapresiasi perkembangan yang ditunjukkan anak asuhnya. Menurutnya, Indonesia kini tampil lebih percaya diri saat menguasai bola dan mampu membangun serangan dengan pola yang lebih terstruktur dibanding beberapa tahun lalu.
Salah satu faktor yang membuat perkembangan tersebut terlihat adalah kombinasi pemain muda lokal dengan sejumlah pemain diaspora yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa. Kehadiran mereka membuat kualitas skuad semakin kompetitif di hampir semua lini.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Indonesia juga mulai menunjukkan kematangan dalam mengontrol tempo permainan. Tim tidak lagi hanya mengandalkan kecepatan dan semangat juang, tetapi juga mampu mengatur ritme pertandingan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Roy Keane Tak Percaya Inggris! Tiga Negara Ini Justru Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Namun Herdman kembali menegaskan bahwa sepak bola internasional sering ditentukan oleh hal-hal kecil.
"Di level ini, satu peluang bisa menentukan hasil pertandingan. Itulah yang harus kami tingkatkan," lanjutnya.
Laga melawan Oman dipandang sebagai tolok ukur penting bagi perkembangan Timnas Indonesia. Selain menjadi kesempatan menguji kualitas tim menghadapi lawan yang secara pengalaman lebih matang, pertandingan ini juga bisa memberikan gambaran sejauh mana Indonesia siap bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.
Secara historis, Oman memang memiliki rekam jejak yang lebih panjang di level internasional. Namun Indonesia datang dengan modal kepercayaan diri yang tinggi setelah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: 104 Pertandingan dan 48 Negara! Piala Dunia 2026 Siap Ubah Sejarah Sepak Bola Dunia
Dukungan suporter juga diperkirakan kembali menjadi kekuatan tambahan bagi Garuda. Antusiasme masyarakat terhadap Timnas Indonesia terus meningkat seiring prestasi yang mulai menunjukkan arah positif.
Bagi Herdman, pertandingan melawan Oman bukan semata-mata soal menang atau kalah. Laga ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana para pemain merespons tekanan dan menjalankan instruksi dalam pertandingan berintensitas tinggi.
Karena itu, rasa "gemas" yang diungkapkan sang pelatih sejatinya merupakan tanda bahwa ia melihat potensi besar dalam skuad ini. Indonesia telah berkembang jauh, tetapi Herdman percaya masih ada level berikutnya yang bisa dicapai.
Dan jika Garuda mampu memperbaiki masalah penyelesaian akhir yang terus mengganggu sang pelatih, laga melawan Oman bisa menjadi bukti bahwa Indonesia semakin siap bersaing di panggung sepak bola Asia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








