Banten

Neymar di Ujung Tanduk! Hasil MRI Pekan Depan Bisa Tentukan Nasibnya di Piala Dunia 2026

Aullia Rachma Puteri | 6 Juni 2026, 22:00 WIB
Neymar di Ujung Tanduk! Hasil MRI Pekan Depan Bisa Tentukan Nasibnya di Piala Dunia 2026
Neymar Jr, pemain Timnas Brasil.

AKURAT BANTEN - Piala Dunia 2026 tinggal hitungan hari, tetapi Brasil masih belum bisa bernapas lega. Salah satu pemain terpenting mereka, Neymar Jr, masih bergelut dengan cedera betis yang membuat statusnya untuk tampil di turnamen terbesar dunia itu belum sepenuhnya aman.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Neymar dijadwalkan menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada Senin mendatang. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi penentu apakah sang bintang bisa kembali berlatih bersama skuad Brasil atau justru harus menghadapi kenyataan pahit di ambang Piala Dunia.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa seluruh tim masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut. Namun mantan pelatih Real Madrid itu tetap mencoba bersikap optimistis terhadap proses pemulihan pemain andalannya.

"Jika semuanya berjalan baik, dia bisa berlatih bersama tim minggu depan," kata Ancelotti mengenai kondisi Neymar.

Baca Juga: Saat Pelatih Lain Mulai Khawatir, Tuchel Justru Santai Hadapi Ancaman Cuaca Piala Dunia 2026

Cedera yang dialami Neymar terjadi saat membela Santos pada pertengahan Mei lalu. Awalnya masalah tersebut diperkirakan tidak terlalu serius, tetapi hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya cedera otot betis tingkat dua yang membuat proses pemulihannya membutuhkan perhatian ekstra.

Akibat cedera tersebut, Neymar dipastikan absen dalam laga uji coba terakhir Brasil sebelum Piala Dunia. Ia juga tidak ikut dalam perjalanan tim ke Cleveland dan tetap menjalani program rehabilitasi khusus bersama tim medis Selecao di New Jersey.

Situasi ini membuat publik Brasil kembali dihantui kekhawatiran lama. Dalam beberapa tahun terakhir, karier Neymar memang kerap terganggu oleh masalah kebugaran.

Sejak mengalami cedera lutut serius pada 2023, mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut belum benar-benar mampu menikmati periode panjang tanpa gangguan fisik.

Baca Juga: Bukan Lawan yang Ditakuti, Piala Dunia 2026 Justru Terancam Badai Petir dan Kilat!

Meski begitu, Ancelotti tetap menunjukkan kepercayaan besar kepada sang kapten. Bahkan ketika kondisi Neymar belum sepenuhnya pulih, pelatih asal Italia itu tetap memasukkannya ke dalam skuad Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan di Brasil, tetapi Ancelotti yakin pengalaman dan kualitas Neymar masih sangat dibutuhkan tim.

Kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Neymar masih berstatus sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil. Pengaruhnya di ruang ganti maupun di atas lapangan dinilai sulit digantikan pemain lain.

Piala Dunia 2026 juga berpotensi menjadi turnamen terakhir Neymar bersama Selecao. Di usia 34 tahun, kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia semakin terbatas. Karena itu, banyak pihak menilai turnamen kali ini memiliki makna emosional yang sangat besar bagi dirinya.

Baca Juga: Heboh! FIFA Tak Sengaja Jual Tiket Piala Dunia 2026 Seharga Rp0, Kini Suporter Diminta Bayar Ulang

Brasil sendiri datang ke Amerika Utara dengan ambisi mengakhiri puasa gelar dunia yang sudah berlangsung sejak 2002. Selecao akan memulai perjalanan mereka di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti.

Kehadiran Neymar tentu bisa menjadi faktor penting dalam upaya mengejar trofi keenam sepanjang sejarah sepak bola Brasil.

Namun sebelum berbicara soal gelar juara, Brasil harus lebih dulu menunggu hasil MRI yang akan dijalani sang bintang. Pemeriksaan tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi hasilnya bisa menentukan arah perjalanan Neymar di Piala Dunia 2026.

Bagi para pendukung Brasil, harapannya sederhana: melihat nomor 10 kembali berlari di lapangan. Sebab hingga saat ini, mimpi Neymar tampil dan membantu Selecao meraih bintang keenam masih hidup, tetapi juga masih berada dalam tanda tanya besar.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.