Swiss Selamat dari Kekalahan? Kontroversi VAR Warnai Duel Panas Kontra Qatar di Piala Dunia 2026

AKURAT BANTEN - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan drama yang membuat perdebatan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di luar stadion.
Kali ini sorotan tertuju pada pertandingan Grup B antara Swiss dan Qatar yang berakhir imbang 1-1, Sabtu (14/6/2026) WIB. Hasil pertandingan mungkin terlihat biasa, tetapi kontroversi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) justru menjadi topik yang paling banyak dibicarakan setelah peluit panjang dibunyikan.
Laga yang berlangsung ketat tersebut awalnya berjalan seperti pertandingan fase grup pada umumnya. Swiss datang dengan status unggulan berkat pengalaman mereka yang konsisten tampil di Piala Dunia dan Piala Eropa dalam satu dekade terakhir.
Di sisi lain, Qatar berusaha membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
Namun sebuah keputusan VAR pada babak kedua mengubah jalannya pertandingan sekaligus memicu gelombang perdebatan di kalangan penggemar sepak bola.
Gol Qatar yang Menjadi Pangkal Kontroversi
Momen kontroversial terjadi ketika Qatar sempat mencetak gol yang berpotensi membawa mereka unggul atas Swiss. Para pemain Qatar bahkan sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima informasi dari ruang VAR untuk melakukan peninjauan ulang.
Setelah melihat tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, wasit akhirnya memutuskan menganulir gol tersebut. Keputusan itu langsung memicu protes dari pemain Qatar dan membuat suasana pertandingan memanas.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, FIFA memberikan klarifikasi terkait keputusan tersebut. Badan sepak bola dunia itu menjelaskan bahwa VAR menemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol sehingga sesuai dengan Laws of the Game, gol tidak dapat disahkan.
Baca Juga: Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D
Meski FIFA telah memberikan penjelasan resmi, perdebatan tetap bermunculan di media sosial. Sebagian pendukung menilai keputusan tersebut tepat, sementara yang lain merasa Qatar dirugikan oleh interpretasi aturan yang terlalu ketat.
VAR Kembali Menjadi Topik Utama
Kontroversi ini kembali mengingatkan dunia sepak bola bahwa VAR masih menjadi teknologi yang memunculkan perdebatan meskipun telah digunakan selama bertahun-tahun.
VAR pertama kali digunakan pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan sejak saat itu menjadi bagian penting dalam pertandingan internasional.
FIFA beberapa kali menyatakan bahwa teknologi tersebut berhasil meningkatkan akurasi keputusan wasit, terutama untuk situasi gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.
Baca Juga: Prediksi Brasil vs Maroko: Ujian Perdana Ancelotti dan Ancaman Semifinalis Piala Dunia
Namun data akurasi yang tinggi tidak selalu menghilangkan kontroversi. Banyak perdebatan justru muncul karena interpretasi aturan tetap berada di tangan manusia. Situasi offside tipis, handball, hingga pelanggaran sebelum gol sering menghasilkan opini yang berbeda antara wasit, pemain, pelatih, dan suporter.
Kasus Swiss kontra Qatar menjadi contoh terbaru bahwa meskipun teknologi mampu memperlihatkan setiap detail kejadian, keputusan akhirnya tetap tidak akan memuaskan semua pihak.
Qatar Tunjukkan Perkembangan Positif
Terlepas dari kontroversi tersebut, Qatar menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.
Sebagai juara Piala Asia 2019 dan 2023, Qatar terus berupaya membangun reputasi sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola Asia. Hasil imbang melawan Swiss membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim Eropa yang memiliki pengalaman lebih banyak di panggung internasional.
Baca Juga: Lebih Besar, Lebih Panjang, dan Penuh Kejutan, Inilah Wajah Baru Piala Dunia 2026
Bagi Swiss, hasil ini juga menjadi peringatan bahwa persaingan di Grup B tidak akan mudah. Tim berjuluk Nati itu sebelumnya dikenal sebagai langganan fase gugur dalam beberapa turnamen besar dan datang ke Piala Dunia 2026 dengan target melaju sejauh mungkin.
Teknologi Semakin Canggih, Kontroversi Tetap Ada
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama yang sepenuhnya memanfaatkan perkembangan terbaru teknologi sepak bola, termasuk sistem offside semi-otomatis yang mampu mendeteksi posisi pemain dalam hitungan detik. FIFA berharap inovasi tersebut dapat membantu wasit mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat.
Namun pertandingan Swiss melawan Qatar menunjukkan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan sepenuhnya menghilangkan kontroversi. Sepak bola tetaplah permainan yang dipenuhi emosi, interpretasi, dan sudut pandang yang berbeda.
Pada akhirnya, hasil imbang 1-1 mungkin akan tercatat sebagai statistik biasa dalam perjalanan Grup B. Akan tetapi, keputusan VAR yang menganulir gol Qatar kemungkinan akan terus menjadi bahan diskusi para penggemar sepak bola selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Dan seperti yang sudah sering terjadi dalam sejarah turnamen besar, terkadang keputusan wasit bisa menjadi cerita yang sama besarnya dengan gol-gol yang tercipta di lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 2Nanik S Deyang Terseret! Sony Sonjaya Bongkar Dugaan ‘Permainan’ di Internal BGN: Itu Orang Tukang Fitnah!
- 3Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 4Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 5Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 6Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 7Roy Suryo Buka Suara: Sebut Polisi 'Terpaksa' Umumkan P21 Kasus Ijazah Jokowi, Ada Apa?
- 8Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Mengaku Diintai, Temukan GPS Tracker di Mobil Usai Demo Gejayan: Semakin diteror semakin gacor!
- 9Seskab Teddy Unggah Momen TNI-Polri Bersihkan Bekas Demo, Publik Soroti Sikap Aparat
- 10Presiden Prabowo Bongkar Fakta Mengejutkan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia







