Semakin Dicibir, Semakin Berbahaya! Owen Ramalkan Ronaldo Mengamuk di Piala Dunia 2026
AKURAT BANTEN - Cristiano Ronaldo sudah terbiasa hidup di bawah sorotan. Namun menjelang laga kedua Portugal di Piala Dunia 2026, sorotan itu berubah menjadi kritik.
Setelah gagal membawa negaranya meraih kemenangan pada pertandingan pembuka Grup K, sang megabintang kini menjadi sasaran pertanyaan tentang usia, efektivitas, dan bahkan perannya dalam tim nasional Portugal.
Tetapi bagi legenda Inggris, Michael Owen, ini justru saat yang paling berbahaya untuk meragukan Ronaldo.
Mantan penyerang Liverpool dan Real Madrid itu meyakini kapten Portugal tersebut akan membungkam para pengkritiknya dengan cara yang paling ia kenal: mencetak gol.
Bahkan, Owen berani memprediksi Ronaldo mampu mencetak hattrick saat Portugal menghadapi Uzbekistan dalam laga yang bisa menentukan nasib mereka di fase grup.
Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Austria di Grup J Piala Dunia 2026: Jadi Panggung Julian Alvarez?
Prediksi Owen muncul setelah Portugal secara mengejutkan ditahan 1-1 oleh DR Kongo pada laga perdana. Hasil tersebut langsung memicu gelombang kritik karena Selecao das Quinas tampil jauh di bawah ekspektasi.
Meski menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola dan mendominasi jalannya pertandingan, Portugal hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Ronaldo sendiri bermain penuh selama 90 menit, tetapi gagal memberikan dampak besar. Penyerang berusia 41 tahun itu melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang lawan.
Penampilannya pun memunculkan kembali perdebatan yang sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, yaitu apakah Portugal masih terlalu bergantung kepada Ronaldo?
Kritik paling tajam datang dari legenda Prancis, Thierry Henry. Saat menjadi analis pertandingan, Henry menyoroti sebuah momen ketika Ronaldo dianggap mengganggu ruang gerak Bruno Fernandes dalam situasi menyerang. Kalimatnya singkat tetapi menggema di dunia sepak bola.
"The team needs to score, not you."
Tak hanya Henry, mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, juga mempertanyakan keputusan Portugal untuk terus memainkan Ronaldo selama 90 menit penuh. Menurutnya, Portugal membutuhkan penyerang yang lebih aktif bergerak dan melakukan tekanan di lini depan.
Namun sejarah menunjukkan satu hal: mengubur Ronaldo terlalu cepat sering kali berakhir menjadi kesalahan.
Sepanjang kariernya, pemain yang kini mencatat rekor penampilan terbanyak di level internasional itu berulang kali menjawab keraguan dengan gol.
Ketika dianggap habis, ia mencetak hattrick. Ketika dinilai tak lagi menentukan, ia kembali memecahkan rekor. Bahkan pelatih Portugal, Roberto Martinez, beberapa bulan sebelum turnamen dimulai masih menyebut Ronaldo sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa, terlepas dari apakah ia mampu memenangkan Piala Dunia atau tidak.
Baca Juga: Prediksi Skor Brasil vs Haiti di Grup C Piala Dunia 2026: Selecao Bidik Kemenangan Perdana
Di tengah kritik yang terus berdatangan, ruang ganti Portugal juga tetap berdiri di belakang sang kapten. Bek Ruben Dias menegaskan timnya tidak terpengaruh oleh "kebisingan" dari luar, sementara Diogo Dalot menyebut banyak pihak memang berharap Portugal gagal.
Ronaldo sendiri memilih merespons dengan tenang. Setelah hasil imbang melawan DR Kongo, ia mengingatkan bahwa perjalanan Portugal masih panjang.
"It wasn't the start we wanted, but this is far from over. Heads up and focus on the next game (Ini bukan awal yang kami inginkan, tetapi semuanya masih jauh dari selesai. Tetap tegakkan kepala dan fokus pada pertandingan berikutnya.)," tulis Ronaldo.
Kini Uzbekistan menanti. Di atas kertas, Portugal lebih diunggulkan. Namun bagi Ronaldo, pertandingan ini bukan sekadar kesempatan meraih tiga poin. Ini adalah panggung untuk menjawab keraguan yang terus mengiringinya.
Baca Juga: Indonesia Kandidat Terkuat Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Debut Pemain Diaspora Baru Makin Dekat
Dan jika ada satu hal yang telah diajarkan Cristiano Ronaldo kepada dunia sepak bola selama dua dekade terakhir, itu adalah fakta bahwa semakin besar keraguan yang mengelilinginya, semakin besar pula kemungkinan ia menciptakan sebuah malam yang membuat semua kritik mendadak terdengar sunyi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







