Banten

Mimpi Jerman Terancam? Bek Andalan Tumbang Saat Nationalelf Sedang Terbang Tinggi

Aullia Rachma Puteri | 22 Juni 2026, 23:16 WIB
Mimpi Jerman Terancam? Bek Andalan Tumbang Saat Nationalelf Sedang Terbang Tinggi
Bek tengah Jerman, Nico Schlotterbeck.

AKURAT BANTEN - Timnas Jerman tengah menikmati awal yang nyaris sempurna di Piala Dunia 2026. Dua kemenangan beruntun membuat Der Panzer memastikan tiket ke babak gugur lebih cepat dan menghidupkan kembali harapan untuk kembali berjaya di panggung dunia. Namun di tengah euforia tersebut, kabar buruk datang menghantam skuad asuhan Julian Nagelsmann.

Jerman dipastikan kehilangan salah satu pemain terpentingnya, bek tengah Nico Schlotterbeck, yang harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera serius pada pergelangan kaki kiri.

Cedera tersebut terjadi saat Jerman mengalahkan Pantai Gading 2-1 dalam laga kedua Grup E. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan Schlotterbeck mengalami robekan ligamen medial yang membuatnya tidak mungkin melanjutkan kompetisi.

Kehilangan ini terasa sangat menyakitkan karena Schlotterbeck bukan sekadar pemain pelapis. Bek milik Borussia Dortmund itu merupakan salah satu fondasi utama lini pertahanan Jerman sepanjang turnamen.

Baca Juga: Messi Sedang On Fire, Tapi Scaloni Justru Khawatir pada Dua Hal Ini Jelang Argentina vs Austria

Ia tampil sebagai starter pada dua pertandingan pertama dan menjadi bagian penting dari organisasi permainan yang dibangun Nagelsmann.

Nagelsmann tidak menyembunyikan rasa kecewanya. Sang pelatih mengakui cedera tersebut menjadi pukulan besar bagi tim yang sedang berada dalam momentum positif.

"Kami semua sangat sedih untuk Nico. Dia pemain yang sangat penting bagi kami, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata Nagelsmann.

Yang membuat situasi semakin rumit, regulasi FIFA tidak memungkinkan Jerman memanggil pemain pengganti pada tahap ini. Artinya, Nationalelf harus melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia dengan skuad yang tersisa.

Baca Juga: Semakin Dicibir, Semakin Berbahaya! Owen Ramalkan Ronaldo Mengamuk di Piala Dunia 2026

Sebelumnya Jerman sudah menggunakan jatah pergantian pemain akibat cedera sebelum turnamen dimulai ketika gelandang muda Lennart Karl digantikan Assan Ouedraogo.

Meski demikian, Nagelsmann berusaha tetap tenang. Jerman masih memiliki sejumlah bek berkualitas seperti Antonio Rudiger, Jonathan Tah, Waldemar Anton, dan Malick Thiaw yang siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan Schlotterbeck.

Bahkan Rudiger sudah masuk menggantikan Schlotterbeck pada babak kedua saat menghadapi Pantai Gading.

Cedera Schlotterbeck menjadi noda kecil dalam perjalanan impresif Jerman sejauh ini. Setelah beberapa tahun mengalami pasang surut dan dua kegagalan beruntun di fase grup Piala Dunia 2018 serta 2022, Der Panzer akhirnya kembali menunjukkan identitas mereka sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.

Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Austria di Grup J Piala Dunia 2026: Jadi Panggung Julian Alvarez?

Keberhasilan menundukkan Curacao pada laga pembuka dan kemenangan dramatis atas Pantai Gading memastikan Jerman lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak menjuarai dunia pada 2014.

Dalam laga melawan Pantai Gading, Deniz Undav tampil sebagai pahlawan lewat dua gol yang membalikkan keadaan dan membawa Jerman menang 2-1.

Kini tantangan berikutnya bagi Nagelsmann adalah menjaga stabilitas lini belakang tanpa Schlotterbeck. Di fase gugur, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Jerman memang masih memiliki kualitas, pengalaman, dan kedalaman skuad yang cukup untuk bermimpi besar. Namun kehilangan salah satu pilar utama pertahanan menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju trofi Piala Dunia tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan, melainkan juga kemampuan bertahan menghadapi badai cedera.

Baca Juga: Prediksi Skor Brasil vs Haiti di Grup C Piala Dunia 2026: Selecao Bidik Kemenangan Perdana

Bagi Schlotterbeck sendiri, turnamen ini telah berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Namun bagi Jerman, perjalanan masih panjang. Pertanyaannya sekarang, mampukah Der Panzer terus melaju tanpa salah satu tembok terkuat di lini belakang mereka?

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.