Baru Lolos, Inggris Langsung Dihantam Krisis! Cedera Jarell Quansah Bikin Thomas Tuchel Pusing

AKURAT BANTEN - Timnas Inggris sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menutup fase grup sebagai juara Grup L. Namun, keberhasilan tersebut dibayangi kabar buruk.
Bek muda Jarell Quansah mengalami cedera pergelangan kaki saat menghadapi Panama dan kini diragukan tampil pada pertandingan fase gugur.
Quansah dipercaya tampil sebagai starter ketika Inggris mengalahkan Panama 2-0 pada laga terakhir penyisihan grup. Bek berusia 23 tahun itu dimainkan di posisi bek kanan untuk menggantikan Reece James, yang sebelumnya lebih dulu menepi akibat cedera hamstring.
Sayangnya, kesempatan emas tersebut harus berakhir lebih cepat setelah Quansah mengalami cedera pada babak kedua usai mendapat tekel keras dari pemain Panama, José Luis Rodríguez. Ia akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan dan harus ditarik keluar lapangan.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui kondisi pemainnya masih mengkhawatirkan. Meski belum dapat memastikan tingkat keparahan cedera, mantan pelatih Chelsea itu mengatakan Quansah merasakan nyeri yang cukup hebat di bagian pergelangan kaki.
"Dia mengalami cedera klasik pada pergelangan kaki. Saat ini dia masih merasakan sakit. Kami berharap tidak terlalu serius, tetapi kami harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," ujar Tuchel seusai pertandingan.
Cedera Quansah membuat Inggris menghadapi masalah serius di sektor bek kanan. Sebelumnya, Reece James sudah lebih dulu menepi karena cedera hamstring yang diperkirakan membuatnya absen setidaknya hingga dua pertandingan berikutnya. Sementara itu, Tino Livramento juga belum pulih sepenuhnya dari cedera yang dialaminya sebelum turnamen dimulai.
Baca Juga: Ironis! Uruguay Tersingkir Lebih Cepat, Rencana Pulang Mewah dengan Pesawat Carteran Ikut Gagal
Situasi tersebut membuat pilihan Tuchel semakin terbatas menjelang babak 32 besar. Berdasarkan regulasi Piala Dunia, tim peserta tidak diperbolehkan memanggil pemain pengganti setelah turnamen dimulai. Artinya, pelatih asal Jerman itu harus mencari solusi dari pemain yang sudah ada di dalam skuad.
Beberapa nama mulai disebut sebagai alternatif. Djed Spence, yang masuk menggantikan Quansah saat melawan Panama, menjadi kandidat utama mengisi posisi bek kanan.
Selain itu, Tuchel juga memiliki opsi memainkan Ezri Konsa atau Trevoh Chalobah di posisi tersebut, meski keduanya lebih sering bermain sebagai bek tengah.
Bahkan sejumlah pengamat di Inggris mengusulkan Declan Rice sebagai solusi darurat karena dinilai memiliki kemampuan bertahan dan disiplin posisi yang baik.
Baca Juga: Resmi! 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026, Ada Kejutan Besar dan Raksasa yang Tumbang
Kehilangan Quansah tentu menjadi pukulan bagi Inggris. Meski baru menjalani penampilan pertamanya di Piala Dunia, bek milik Bayer Leverkusen itu dinilai mampu memberikan energi baru di lini belakang.
Performa impresifnya sepanjang musim di level klub membuat Tuchel cukup percaya diri memberinya kesempatan tampil sejak menit pertama.
Di sisi lain, kemenangan atas Panama memastikan Inggris melaju ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi.
Gol Harry Kane dalam laga tersebut juga mengantarkan sang kapten menorehkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di turnamen besar internasional.
Baca Juga: Rekor Gary Lineker Akhirnya Lewat! Respons Sang Legenda untuk Harry Kane Bikin Salut
Namun, euforia itu kini sedikit tertutupi oleh kekhawatiran terhadap kondisi lini pertahanan.
Babak 32 besar dipastikan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat dibanding fase grup. Lawan-lawan yang tersisa merupakan tim-tim terbaik yang berhasil lolos dari penyisihan, sehingga kestabilan lini belakang akan menjadi faktor penting dalam perjalanan Inggris mengejar gelar juara dunia pertama sejak 1966.
Kini semua perhatian tertuju pada hasil pemeriksaan medis Jarell Quansah. Jika bek muda tersebut harus menepi, Thomas Tuchel dituntut segera menemukan formula baru untuk menutup lubang di sektor kanan pertahanan.
Dengan Reece James juga masih menjalani pemulihan, krisis bek kanan menjadi pekerjaan rumah terbesar Inggris menjelang dimulainya fase gugur.
Baca Juga: Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Presiden Turun Tangan dan Desak Investigasi Total
Bagi The Three Lions, mempertahankan peluang meraih trofi kini tidak hanya bergantung pada ketajaman Harry Kane di lini depan, tetapi juga kemampuan Tuchel meredam badai cedera yang mulai menghantam skuadnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







