Amerika Serikat Protes Kartu Merah Strikernya di Piala Dunia 2026, Menlu Minta FIFA Lakukan Penyelidikan

AKURAT BANTEN - Kontroversi kembali mewarnai Piala Dunia 2026. Kali ini sorotan tertuju pada pertandingan babak 32 besar antara Amerika Serikat dan Swiss, setelah keputusan wasit mengusir striker tuan rumah memicu reaksi keras, bukan hanya dari kubu tim nasional, tetapi juga dari pemerintah Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, secara terbuka meminta FIFA melakukan penyelidikan terhadap keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada penyerang Folarin Balogun.
Menurut Rubio, insiden tersebut layak ditinjau ulang karena dinilai memengaruhi jalannya pertandingan dan nasib Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena jarang ada pejabat tinggi pemerintahan yang ikut menanggapi keputusan wasit dalam sebuah pertandingan sepak bola internasional.
Baca Juga: Prediksi Skor Australia vs Mesir: Duel Ketat Dua Kuda Hitam, Siapa Rebut Tiket ke 16 Besar?
Rubio menegaskan bahwa permintaannya bukan untuk mengintervensi hasil pertandingan, melainkan memastikan seluruh proses pertandingan berlangsung secara adil dan transparan.
"Ketika sebuah keputusan memiliki dampak sebesar ini, semua pihak berhak mendapatkan penjelasan yang jelas. Kami berharap FIFA meninjau insiden tersebut secara objektif," ujar Rubio, sebagaimana dikutip berbagai media internasional.
Insiden yang dipersoalkan terjadi pada babak kedua ketika Balogun terlibat duel dengan bek Swiss saat mengejar bola di area pertahanan lawan.
Wasit menganggap aksi striker Amerika Serikat itu sebagai pelanggaran serius dan langsung mengeluarkan kartu merah setelah berkonsultasi dengan perangkat VAR.
Keputusan tersebut langsung menuai protes dari para pemain Amerika Serikat. Mereka menilai kontak yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak layak diganjar kartu merah langsung.
Tayangan ulang juga memunculkan perdebatan di kalangan pengamat karena terdapat perbedaan pendapat mengenai intensitas pelanggaran yang dilakukan Balogun.
Bermain dengan 10 orang membuat Amerika Serikat kehilangan momentum. Swiss mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengendalikan permainan hingga akhirnya mengamankan kemenangan sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar. Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan tuan rumah di Piala Dunia 2026.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memilih bersikap hati-hati saat dimintai komentar mengenai keputusan wasit. Ia mengaku menghormati perangkat pertandingan, tetapi mengakui kartu merah tersebut mengubah arah pertandingan secara signifikan.
"Dalam situasi seperti itu, bermain dengan satu pemain lebih sedikit tentu sangat sulit. Saya bangga dengan perjuangan para pemain sampai akhir," ujar Pochettino usai laga.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menangis dan Tunjuk Langit! Momen Mengharukan untuk Diogo Jota Usai Portugal Lolos
Balogun sendiri meninggalkan lapangan dengan raut kecewa. Penyerang yang memperkuat klub AS Monaco itu belum memberikan komentar panjang mengenai insiden tersebut.
Namun, melalui media sosialnya ia mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan dukungan kepada tim nasional Amerika Serikat.
Kontroversi keputusan wasit memang menjadi salah satu tema yang cukup sering muncul sepanjang Piala Dunia 2026. Sejak laga pembuka, beberapa keputusan pengadil lapangan telah memicu perdebatan, termasuk kartu merah pertama turnamen yang diterima gelandang Afrika Selatan Sphephelo "Yaya" Sithole dalam pertandingan melawan Meksiko.
Meski dalam kasus tersebut mayoritas pengamat menilai keputusan wasit sudah sesuai aturan DOGSO (Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity), insiden itu menunjukkan bahwa keputusan disipliner tetap menjadi perhatian besar sepanjang turnamen.
Baca Juga: Era CR7 di Timnas Portugal Segera Berakhir? Pernyataan Sang Saudari Bikin Dunia Sepak Bola Heboh
Hingga kini FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai permintaan penyelidikan yang disampaikan Marco Rubio. Sesuai regulasi, keputusan wasit di lapangan pada dasarnya bersifat final, kecuali terdapat kesalahan administratif atau pelanggaran prosedur penggunaan VAR. Karena itu, peluang hasil pertandingan diubah praktis sangat kecil.
Meski demikian, permintaan dari pemerintah Amerika Serikat diperkirakan akan menambah tekanan kepada FIFA untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai proses pengambilan keputusan pada insiden tersebut. Transparansi penggunaan VAR memang terus menjadi tuntutan banyak pihak agar kepercayaan terhadap sistem perwasitan tetap terjaga.
Terlepas dari polemik yang berkembang, hasil pertandingan tetap tidak berubah. Swiss melangkah ke babak 16 besar, sedangkan Amerika Serikat harus mengakhiri kiprahnya sebagai tuan rumah lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, kontroversi kartu merah Balogun tampaknya masih akan menjadi bahan perdebatan panjang, bahkan setelah Piala Dunia 2026 usai.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







