Kritik Pedas untuk Declan Rice! Eks Liverpool Nilai Bintang Arsenal Salah Posisi di Timnas Inggris

AKURAT BANTEN - Performa Declan Rice bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 menuai kritik dari mantan bek Liverpool, Mark Lawrenson. Meski The Three Lions berhasil melangkah hingga perebutan tempat ketiga, Lawrenson menilai gelandang Arsenal tersebut belum menunjukkan kualitas yang diharapkan sebagai jangkar lini tengah dan justru lebih cocok dimainkan sebagai bek tengah.
Komentar tersebut muncul setelah Inggris tersingkir dari Argentina di babak semifinal. Dalam pertandingan itu, Rice kembali dipercaya sebagai starter di lini tengah, tetapi dinilai gagal memberikan pengaruh besar terhadap jalannya permainan ketika menghadapi tekanan dari para gelandang Albiceleste.
Dalam pandangannya, Lawrenson menilai kemampuan terbaik Rice justru terletak pada aspek bertahan. Menurutnya, pemain berusia 27 tahun tersebut memiliki atribut yang lebih ideal untuk mengisi posisi bek tengah dibandingkan menjadi gelandang bertahan.
Baca Juga: Sejarah Baru! Juara Piala Dunia 2026 Tak Cuma Angkat Trofi, FIFA Siapkan Cincin Juara Eksklusif
"Kalau saya jujur, saya rasa posisi terbaik Declan Rice adalah bek tengah," ujar Lawrenson.
Mantan pemain Liverpool itu menilai Rice memang memiliki kemampuan membaca permainan, duel udara yang kuat, serta ketenangan saat menguasai bola.
Namun, ia merasa pemain Arsenal tersebut belum memiliki kreativitas maupun kualitas distribusi bola yang cukup untuk mengendalikan tempo pertandingan dari lini tengah saat menghadapi lawan-lawan elite.
Lawrenson bahkan berpendapat bahwa Inggris membutuhkan gelandang dengan karakter yang lebih progresif untuk menghubungkan permainan dari lini belakang ke lini depan.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Bikin Deco Galau, Hati Terbelah antara Spanyol dan Argentina
Dalam laga melawan Argentina, ia menilai Rice terlalu sering bermain aman sehingga aliran bola Inggris menjadi mudah dipatahkan.
Meski mendapat kritik, statistik Rice sepanjang Piala Dunia 2026 sebenarnya tetap menunjukkan kontribusi penting. Gelandang Arsenal itu menjadi salah satu pemain dengan jumlah intersep dan perebutan bola terbanyak di skuad Inggris.
Ia juga nyaris tidak pernah absen sepanjang turnamen dan menjadi andalan pelatih Thomas Tuchel di lini tengah berkat kemampuan bertahannya.
Performa Rice bersama Arsenal dalam dua musim terakhir juga menjadi alasan mengapa kritik Lawrenson memunculkan perdebatan. Sejak direkrut dari West Ham United dengan nilai transfer sekitar 105 juta pound sterling pada musim panas 2023, Rice berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Liga Inggris.
Baca Juga: Resmi Berpisah! Persib Gagal Pertahankan Bek Berlabel Piala Dunia 2026, Negosiasi Kontrak Mentok
Bersama Arsenal, ia tidak hanya berperan sebagai pemutus serangan lawan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun serangan dan mencetak gol penting di berbagai kompetisi.
Menariknya, usulan Lawrenson sebenarnya bukan tanpa dasar. Rice memang pernah bermain sebagai bek tengah pada awal karier profesionalnya bersama West Ham United.
Berkat kemampuan membaca permainan dan postur idealnya, ia beberapa kali ditempatkan di jantung pertahanan sebelum akhirnya berkembang menjadi gelandang bertahan.
Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Rice sendiri mengaku lebih menikmati peran sebagai gelandang. Posisi tersebut memberinya kebebasan untuk terlibat dalam berbagai fase permainan, baik saat bertahan maupun membantu serangan.
Baca Juga: Gol Sama, Messi Tetap Nomor 1! Begini Aturan FIFA yang Bikin Mbappe Turun ke Posisi Kedua
Di sisi lain, Thomas Tuchel sejauh ini juga masih menaruh kepercayaan penuh kepada Rice sebagai poros utama lini tengah Inggris.
Pelatih asal Jerman itu beberapa kali memuji disiplin taktik dan etos kerja mantan kapten West Ham tersebut, yang dinilai menjadi fondasi penting keseimbangan permainan The Three Lions.
Terlepas dari kritik yang dilontarkan Lawrenson, perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 tetap menunjukkan perkembangan positif.
Mereka berhasil mencapai semifinal sebelum akhirnya kalah tipis dari Argentina dan kini bersiap menghadapi Prancis dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Sementara itu, Rice diperkirakan masih akan menjadi pilihan utama Tuchel pada laga tersebut. Penampilannya di pertandingan terakhir akan menjadi kesempatan untuk menjawab kritik yang diarahkan kepadanya sekaligus membuktikan bahwa dirinya memang layak menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Inggris saat ini.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







