Perang Otak di Final Piala Dunia! De la Fuente dan Scaloni Siapkan Jurus Rahasia

AKURAT BANTEN - Final Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan duel para bintang di atas lapangan. Di balik sorotan terhadap Lionel Messi, Lamine Yamal, hingga Kylian Mbappe yang sebelumnya meramaikan perebutan Sepatu Emas, terdapat pertarungan lain yang tak kalah menarik, yakni adu strategi antara pelatih Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni.
Kedua pelatih akan saling beradu kecerdikan saat Spanyol dan Argentina bertemu pada final Piala Dunia 2026 yang digelar Minggu, 19 Juli 2026, di New York New Jersey Stadium.
Dengan kualitas pemain yang relatif berimbang, keputusan taktis di pinggir lapangan diyakini dapat menjadi pembeda dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
De la Fuente datang ke final dengan identitas permainan yang sudah melekat pada Spanyol. Tim asuhannya mengandalkan penguasaan bola, pergerakan antarlini, serta tekanan tinggi saat kehilangan bola.
Baca Juga: FIFA Ungkap Desain Cincin Juara Piala Dunia 2026, Hanya Diproduksi 2.026 Buah
Meski masih mempertahankan filosofi khas La Roja, pelatih berusia 65 tahun itu berhasil memberikan sentuhan yang lebih langsung sehingga serangan Spanyol menjadi lebih efektif dibanding beberapa edisi sebelumnya.
Keberhasilan De la Fuente juga tidak lepas dari keberaniannya mempercayakan peran penting kepada generasi muda. Lamine Yamal, Pedri, Pau Cubarsi, hingga Gavi menjadi tulang punggung permainan Spanyol sepanjang turnamen.
Perpaduan talenta muda dengan pemain berpengalaman seperti Dani Olmo dan Ferran Torres membuat La Roja tampil seimbang di setiap lini.
Statistik sepanjang turnamen menunjukkan efektivitas pendekatan tersebut. Spanyol menjadi salah satu tim dengan penguasaan bola tertinggi di Piala Dunia 2026, sekaligus memiliki catatan pertahanan yang solid.
Baca Juga: Kritik Pedas untuk Declan Rice! Eks Liverpool Nilai Bintang Arsenal Salah Posisi di Timnas Inggris
Hingga mencapai final, mereka hanya kebobolan sedikit gol dan mampu menyingkirkan lawan-lawan kuat, termasuk Prancis di semifinal.
Di sisi lain, Lionel Scaloni kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Sejak membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, Scaloni dikenal sebagai sosok yang fleksibel dalam membaca pertandingan. Ia tidak terpaku pada satu pendekatan, melainkan mampu mengubah formasi maupun strategi sesuai karakter lawan.
Selama Piala Dunia 2026, Argentina beberapa kali menunjukkan kemampuan beradaptasi. Saat menghadapi tim yang mendominasi penguasaan bola, Scaloni memilih blok pertahanan yang lebih rapat sebelum melancarkan serangan balik cepat.
Namun ketika menghadapi lawan yang bermain lebih terbuka, Albiceleste mampu mengambil inisiatif dan mengendalikan tempo permainan.
Baca Juga: Sejarah Baru! Juara Piala Dunia 2026 Tak Cuma Angkat Trofi, FIFA Siapkan Cincin Juara Eksklusif
Kehadiran Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina, tetapi Scaloni tidak lagi membangun tim yang sepenuhnya bergantung pada sang kapten. Peran pemain seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, dan Cristian Romero membuat Argentina memiliki keseimbangan di semua lini.
Fleksibilitas inilah yang diperkirakan menjadi senjata utama Scaloni saat menghadapi Spanyol. Banyak pengamat memprediksi Argentina tidak akan terpancing mengikuti tempo permainan lawan, melainkan menunggu momen yang tepat untuk memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan La Roja.
Sementara itu, tantangan terbesar De la Fuente adalah menemukan cara meredam pengaruh Messi. Meski telah memasuki usia senja dalam kariernya, kapten Argentina tersebut masih menjadi pemain paling berbahaya di turnamen.
Visi bermain, umpan terobosan, dan kemampuan membaca ruang membuat Messi tetap mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen.
Baca Juga: Gol Sama, Messi Tetap Nomor 1! Begini Aturan FIFA yang Bikin Mbappe Turun ke Posisi Kedua
Sebaliknya, Scaloni juga harus mencari formula untuk menghentikan kreativitas Lamine Yamal di sisi sayap. Penampilan winger muda Barcelona itu menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang Piala Dunia 2026.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menghadapi lawan satu lawan satu membuat Yamal menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Argentina.
Perang taktik juga diperkirakan akan terlihat dari keputusan kedua pelatih dalam melakukan pergantian pemain. Baik De la Fuente maupun Scaloni beberapa kali berhasil mengubah jalannya pertandingan melalui pergantian yang tepat sepanjang turnamen. Faktor kebugaran, pembacaan ritme pertandingan, hingga keberanian mengambil risiko bisa menjadi penentu hasil akhir.
Final ini pada akhirnya bukan sekadar duel antara Messi dan Yamal atau adu kualitas para pemain di lapangan. Pertandingan juga akan menjadi panggung bagi dua pelatih dengan filosofi berbeda yang sama-sama sukses membawa negaranya ke partai puncak.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Bikin Deco Galau, Hati Terbelah antara Spanyol dan Argentina
Ketika peluit kick-off dibunyikan di New York New Jersey Stadium, perhatian memang akan tertuju kepada para pemain. Namun di balik garis tepi lapangan, De la Fuente dan Scaloni akan memainkan pertandingan mereka sendiri.
Dan bisa jadi, keputusan taktis yang hanya berlangsung beberapa detik justru menjadi momen yang menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







