Rashford Pulang ke Manchester United, Michael Carrick Jadi Penentu: Comeback atau Perpisahan Jilid III?

AKURAT BANTEN - Marcus Rashford kembali ke Manchester United. Penyerang asal Inggris itu telah bergabung dengan skuad The Red Devils dalam pemusatan latihan pramusim di Irlandia, membuka kembali babak yang sempat dianggap sudah berakhir setelah dirinya menjalani dua masa peminjaman.
Rashford tiba di Irlandia pada akhir pekan dan kembali berlatih bersama rekan-rekannya. Kehadirannya menjadi salah satu cerita paling menarik dalam pramusim Manchester United 2026/2027 karena masa depan pemain berusia 28 tahun tersebut masih jauh dari kata pasti.
Kembalinya Rashford terjadi setelah dua klub yang sebelumnya menjadi tempatnya menjalani peminjaman, Aston Villa dan Barcelona, tidak menggunakan opsi untuk mempermanenkannya.
Barcelona sebelumnya menjadi tujuan yang sangat diinginkan Rashford, tetapi klub Catalan tersebut akhirnya tidak mengaktifkan klausul pembelian yang tersedia dalam kesepakatan peminjamannya.
Alhasil, Rashford kembali ke klub yang masih mengikatnya dengan kontrak. Situasi tersebut membuat Manchester United dan sang pemain kembali berada dalam satu lingkungan, meski hubungan keduanya sebelumnya sempat mengalami keretakan.
Rashford terakhir kali memperkuat Manchester United pada Desember 2024. Setelah itu, ia meninggalkan klub melalui peminjaman ke Aston Villa dan kemudian Barcelona.
Selama periode tersebut, Rashford juga secara terbuka menunjukkan bahwa dirinya ingin melanjutkan karier di luar Old Trafford.
Kini, situasinya berubah. Manchester United bahkan menyambut kepulangannya melalui aktivitas di media sosial klub dan memberinya nomor punggung baru.
Baca Juga: Marcus Rashford Balik ke MU, Michael Carrick Beri Sinyal Mengejutkan: Comeback Besar Dimulai?
Namun, menurut ulasan Football365 gestur tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa hubungan Rashford dan klub benar-benar telah pulih.
Ada alasan mengapa proses rekonsiliasi tidak mudah. Rashford merasa dirinya sempat disalahpahami oleh beberapa manajer Manchester United.
Di sisi lain, klub juga menilai wajar jika tuntutan terhadap Rashford sangat tinggi mengingat statusnya sebagai salah satu pemain dengan bayaran terbesar di skuad.
Di tengah situasi tersebut, Michael Carrick menjadi sosok yang berpotensi memainkan peran penting. Carrick memiliki hubungan panjang dengan Rashford.
Keduanya pernah menjadi rekan setim selama tiga musim, sebelum Carrick kemudian bekerja sebagai bagian dari staf kepelatihan Manchester United ketika Rashford masih berada di klub.
Baca Juga: FA Inggris Ubah Aturan Mulai Musim 2026/2027, Ratusan Stadion Wajib Berbenah!
Hubungan personal tersebut menjadi modal berharga bagi Carrick untuk mencoba membangun kembali komunikasi dengan sang penyerang.
Terlebih, Carrick bukan bagian dari periode ketika hubungan Rashford dengan Manchester United mulai memburuk pada era Erik ten Hag dan kemudian Ruben Amorim.
Namun, faktor olahraga dan finansial tetap menjadi persoalan. Rashford disebut memiliki gaji sekitar 325 ribu poundsterling per pekan, sehingga Manchester United harus mempertimbangkan secara serius apakah mempertahankannya sesuai dengan rencana skuad atau kembali mencari solusi melalui transfer maupun peminjaman.
Di sisi lain, Rashford masih memiliki kesempatan untuk mengubah situasi. Jika mampu menunjukkan performa terbaik selama pramusim, ia bisa memberikan alasan kuat kepada Carrick untuk memasukkannya kembali dalam rencana musim 2026/2027.
Baca Juga: Gaji Rodri di Man City Ternyata Kalah dari 4 Pemain Barcelona, Ada Nama yang Bikin Kaget!
Rashford juga memiliki keuntungan karena sudah sangat mengenal klub, Premier League, dan lingkungan Manchester United. Jika performanya kembali ke level terbaik, mempertahankannya bisa menjadi solusi praktis daripada mencari pengganti baru di tengah bursa transfer.
Untuk saat ini, belum tepat menyebut kembalinya Rashford sebagai rekonsiliasi penuh. Ia memang sudah kembali secara fisik ke lingkungan Manchester United, tetapi masa depannya masih terbuka.
Pramusim di Irlandia pun menjadi ujian penting. Bukan hanya bagi Rashford untuk menunjukkan kemampuan di lapangan, tetapi juga bagi Manchester United dan Carrick untuk menentukan apakah hubungan yang sempat retak itu masih bisa diselamatkan.
Sebab, dalam saga Rashford dan Manchester United, kembali ke rumah belum tentu berarti kembali menetap.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







