Banten

OPINI: JOKOWI Pernah di Hina MEGAWATI, Gibran menjadi Cawapres Prabowo Indikasi Balas DENDAM?

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 28 Oktober 2023, 13:36 WIB
OPINI: JOKOWI Pernah di Hina MEGAWATI, Gibran menjadi Cawapres Prabowo Indikasi Balas DENDAM?

AKURAT BANTEN - Sudah hampir dua bulan tidak bersua dengan sahabat terbaikku Aki Bakonih, Kebetulan hari ini (28/10/2023) ingin menemui Aki. Semoga sekarang dia baik-baik saja, mengunjungi dia selalu mendapatkan cerita-cerita unik dan menarik. Setelah sampai di pemancingan, dari jauh penulis melihat dia sedang memberi makan ikan di kolam paling ujung dari 16 kolam pemancingan yang dia miliki.

Betul, setelah dia tidak lagi bertugas sebagai Jaro 15 tahun yang lalu, dia lebih banyak berada di tempat usahanya, Namun sesekali dia main ketempat penulis, Mungkin hanya untuk menghilangkan rasa penatnya saja.

Aki Bakonih adalah Nama yang dalam beberapa Artikel di sebutkan sebagai tokoh yang selalu hadir untuk melengkapi cerita, sebenarnya dia adalah tokoh Fiktif yang di buat oleh penulis.

Baca Juga: Bank Sampah Gantari Ciledug Masifkan Pengolahan Sampah Rumah Tangga

Lalu kenapa Harus Aki bakonih?

Aki berarti Kakek atau orang yang sudah lanjut usia, sedangkan Bakonih di ambil dari kata 'Bako' yang berarti tembakau dan 'Nih' berarti 'ini' secara keseluruhan dapat diartikan bahwa nama tersebut mewakili seseorang yang usianya sudah senja dan memiliki kebiasaan merokok atau orang yang sangat senang kalau di beri hadiah rokok.

Penulis kali ini, sengaja tidak mengucapkan salam ketika masuk mendekat, dia tidak mengetahui kalau penulis sudah berada dibelakangnya, Penulis lansung saja menepuk bahunya, kagetnya bukang kepalang, Hampir saja makanan ikan tumpah ke dalam kolam. Tapi itulah sahabat selalu ada saja cara bercandanya, sama seperti kami berdua.

Seprti biasa, Aki Bakonih mengajak penulis untuk duduk LESEHAN di Gazebo seberang kolam sembari menikmati KOPI hangat di temani singkong rebus yang di buatnya sendiri.

Baca Juga: Diklatda HIPMI JAYA 2023, Kuatkan Sinergitas Pengusaha Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Beberapa seruputan kopi terasa nikmat bagi kami untuk menemani kebulan asap rokok yang menyembul keluar dari hidung dan celah bibir yang sudah mulai menghitam. Cerita pun berjalan lancar sesuai yang di inginkan penulis, Dia mengungkapkan tentang prilaku para tokoh politik yang lagi hingar-bingar saat ini, yaitu tentang Capres dan Cawapres serta adanya beberapa partai yang ingin jegal-menjegal lawan politiknya.

Nah, Begini rangkuman cerita yang berhasil di buatkan penulis untuk KOPI LESEHAN 022, Check It out! 

"Cawe-cawe politik Presiden Jokowi dengan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming merupakan bentuk balas dendam terhadap Megawati Soekarnoputri" Benarkah?

Seperti kita ketahui, sebelumnya Jokowi pernah diledek bahkan dijelekkan di muka umum oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam video yang beredar di media massa, Megawati pernah menyebut Jokowi tidak bisa apa-apa tanpa PDI Perjuangan (PDIP).

Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, dijadikannya Gibran sebagai pasangan Prabowo pada Pilpres 2024 semakin menunjukkan kebenaran bahwa ada perlawanan secara terbuka dari keluarga Jokowi kepada Megawati Soekarnoputri.

“Ini tentu bisa karena Jokowi pernah diledek bahkan dijelekkan di muka umum oleh Megawati,” kata Saiful, Jumat (27/10).

“Megawati pernah menyatakan secara terbuka bahwa Jokowi tidak bisa apa-apa tanpa PDIP, saat ini Jokowi membuktikan bahwa dia tidak seperti yang disampaikan oleh Megawati,” imbuhnya.

Baca Juga: Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Panji Gumilang Siap Disidang

Semua yang dilakukan Jokowi saat ini, lanjut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, merupakan buah dari pernyataan-pernyataan Megawati yang seringkali menyinggung mantan Walikota Solo itu di depan umum.

“Jokowi ini kan pendendam, maka siapapun yang memperlakukan tidak sesuai keinginannya, maka ia akan melakukan perlawanan, termasuk yang dapat kita lihat saat ini, Dendam Jokowi terbalaskan dengan membuktikan bahwa dirinya dan keluarganya bisa dengan atau tanpa PDIP dan Megawati,” pungkas Saiful.

Sekedar catatan untuk pembaca, agar memahami dampak positif dan negatif dari gonjang-ganjing arus politik yang sedang terjadi di sekitar kita.

Dampak positif dari politik adalah:

  • Sebagai alat memadukan berbagai macam kepentingan
  • Bermanfaat sebagai alat memproses kekuasaan dalam negara.
  • Bermanfaat sebagai sarana pembuatan kebijakan
  • Politik merupakan jembatan pemerintah dan masyarakat
  • Politik bertujuan memberi kesejahteraan bagi semua.

Dampak negatif dari politik adalah:

  • Digunakan untuk berbagi kekuasaan pemerintahan
  • Hanya untuk orang-orang di lingkungan yang sama
  • Diugunakan untuk meraup kekayaan pribadi
  • Digunakan untuk memanipulasi orang lain
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.