Banten

Alasan Mengejutkan Prabowo Pilih SMPN 4 Bekasi untuk Peluncuran Smartboard Nasional

Andi Syafriadi | 19 November 2025, 06:34 WIB
Alasan Mengejutkan Prabowo Pilih SMPN 4 Bekasi untuk Peluncuran Smartboard Nasional

AKURAT BANTEN - Peluncuran interactive flat panel (IFP) atau smartboard oleh Presiden Prabowo Subianto di SMPN 4 Kota Bekasi bukan sekadar seremoni teknologi, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan sejumlah alasan penting memilih sekolah tersebut sebagai lokasi peluncuran program, yang mencerminkan prioritas pemerataan mutu pendidikan dan inklusi sosial. 

SMPN 4 Bekasi dipilih karena sudah menjadi penerima rangkaian program unggulan dari pemerintah.

Sekolah ini sebelumnya telah mendapatkan revitalisasi ruang kelas, serta toilet ramah penyandang disabilitas.

Baca Juga: Prabowo Pastikan MBG Aman, Pemerintah Perketat Pengawasan dan Minimalisasi Risiko

Menurut Mendikdasmen, itu menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aksesibilitas dan inklusi, dua hal penting dalam kebijakan pendidikan modern.

Lebih dari itu, SMPN 4 Bekasi juga menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mu’ti menegaskan bahwa di sekolah ini tidak pernah terjadi kasus keracunan makanan, sehingga program berjalan lancar.

Hal ini memperlihatkan bahwa pemerintah tak hanya memperhatikan infrastruktur digital, tetapi juga kesejahteraan gizi siswa sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sekolah yang sehat dan produktif.

Baca Juga: Di Balik Reshuffle: Pigai Bongkar Alasan Prabowo Pertahankan Dirinya di Kabinet, Sentil 'Orang Berkeringat'

Selain itu, guru-guru di sekolah ini telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan insentif, termasuk dari pemerintah pusat.  

Dukungan ini mencerminkan bahwa digitalisasi tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Tanpa guru yang sehat dan termotivasi, smartboard bisa sia-sia jika tidak dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Prabowo sendiri, program smartboard ini telah mencapai 75 persen sekolah di Indonesia.

Baca Juga: SENTUHAN PRABOWO: Ratusan Becak Listrik Gratis dari Kantong Pribadi Presiden Mengubah Nasib Tukang Becak Tua di Tangerang

Dan kehadiran teknologi interaktif ini diharapkan dapat membuat siswa lebih semangat belajar, memiliki akses ke sumber belajar lebih baik, sekaligus mendorong cara belajar yang lebih kolaboratif. 

Langkah ini sejalan dengan misi revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran yang diusung pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Selain memberi perangkat, pemerintah juga menyiapkan konten interaktif dan pendampingan teknis bagi guru agar bisa merancang pembelajaran kreatif dan inovatif.

Meski begitu, program smartboard ini menghadapi tantangan. Berdasarkan catatan Kemendikdasmen, salah satu risiko adalah masalah pemanfaatan: jika guru tidak terbiasa atau tidak dilatih, papan pintar bisa “mangkrak”. 

Baca Juga: TEROBOSAN MENSOS! Lansia dan Disabilitas Dapat Jatah 'Makan Bergizi Gratis' dari Pemerintah Prabowo, Anggaran Rp15 Ribu per Porsi!

Untuk itu, kementerian sudah menyiapkan pelatihan agar guru menjadi smart teacher, bukan sekadar memiliki papan pintar tanpa makna.

Untuk jangka panjang, targetnya cukup ambisius. Mendikdasmen menyampaikan bahwa akhir 2027, setiap sekolah diharapkan memiliki 6 unit smartboard.

Ini bukan angka sembarangan: jika tercapai, dampaknya signifikan terhadap pemerataan teknologi pembelajaran, terutama di sekolah-sekolah yang selama ini kurang terlayani.

Dari sisi kebijakan, peluncuran di SMPN 4 Bekasi menjadi simbol kondisi ideal.

Baca Juga: Prabowo dan PM Australia Sepakati Kerja Sama Keamanan untuk Perkuat Stabilitas Kawasan

Sekolah yang telah menerima berbagai program komprehensif dari fisik, gizi, hingga insentif guru kini juga mendapat teknologi mutakhir.

Ini menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang alat, tetapi integrasi holistik dalam pembangunan sekolah.

Namun, agar program ini benar-benar berdampak, pengawasan dan evaluasi berkala sangat diperlukan.

Pemerintah harus memastikan bahwa smartboard tidak hanya dipasang, tetapi aktif digunakan dalam proses belajar, dan bahwa guru serta siswa bisa memanfaatkan semua potensi interaktifnya.

Baca Juga: Prabowo Ajak Kader Gerindra Menjadi Pemimpin yang Meninggalkan Warisan Kebaikan

Secara keseluruhan, pilihan SMPN 4 Bekasi sebagai lokasi peluncuran smartboard adalah langkah strategis dan simbolis.

Ia merepresentasikan visi pendidikan masa depan yang inklusif, berkualitas, dan berbasis teknologi asalkan didukung dengan pelatihan, konten, dan pemantauan yang sistematis.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.