Banten

Bukber di Era Medsos: Antara Silaturahmi, Konten, dan Gengsi

Abdul Marta Nurdin | 12 Maret 2026, 21:49 WIB
Bukber di Era Medsos: Antara Silaturahmi, Konten, dan Gengsi
Acara Bukber di SMKN 1 Tangsel (Foto: Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Bulan suci Ramadan merupakan bulan pelatihan atau “training centre” bagi umat muslim, dimana bukan hanya menahan lapar, haus dahaga, namun lebih dari itu, dimana Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan mempererat hubungan antarsesama.

Salah satu tradisi yang sangat populer di masyarakat adalah kegiatan buka bersama (Bukber). Tradisi ini tidak sekadar makan bersama, tetapi juga memiliki nilai sosial, pendidikan, dan spiritual yang penting jika dilakukan dengan niat yang benar.

Manfaat dan Faedah Kegiatan Bukber

1. Mempererat Silaturahmi
Bukber menjadi sarana mempertemukan kembali keluarga, teman lama, rekan kerja, maupun sahabat yang jarang bertemu. Dalam Islam, menjaga silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Penggiat Satwa Liar Somasi Balai TNUK dan Kemenhut soal Kematian Badak Jawa Hasil Translokasi

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan bukber, dapat menghangatkan kembali hubungan yang sempat hilang. Jika dilihat dari sisi pendidikan sosial, kegiatan ini mengajarkan pentingnya kebersamaan, saling menghargai, dan membangun relasi yang sehat di masyarakat.

2. Menumbuhkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
Bukber juga sering diisi dengan kegiatan berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan, santunan anak yatim, atau kaum dhuafa. Hal ini dapat memperkuat nilai empati dan kepedulian sosial.

Baca Juga: Tarif Selak Rp84 Juta Per Jemaah: Skandal Kode T0 Seret Eks Menag Yaqut ke Sel KPK!

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)

Pesan moral dari hadis ini sangat jelas: memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan yang sangat mulia. Di sinilah bukber dapat menjadi media pendidikan karakter, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga: Suasana Haru Warnai Penyematan Kenaikan Pangkat 12 Pegawai Lapas Kelas IIA Serang

3. Media Pendidikan Nilai Kebersamaan
Bukber juga dapat menjadi ruang pembelajaran nonformal, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Mereka belajar tentang adab makan bersama, menghargai orang lain, serta menjaga kebersamaan dalam suasana religius.

Allah SWT berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Maidah: 2)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap aktivitas kebersamaan yang mengarah pada kebaikan dan ketakwaan merupakan bagian dari nilai Islam yang harus dijaga.

Baca Juga: Kejari Kota Tangerang Sediakan Parkir Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026

Hal-hal yang Dapat Mengurangi Manfaat Bukber

Meski memiliki banyak manfaat, kegiatan bukber juga dapat kehilangan nilai spiritualnya jika tidak dilakukan dengan bijak.

1. Niat yang Keliru (Sekadar Pamer atau Gengsi)
Sebagian orang menjadikan bukber hanya sebagai ajang pamer tempat makan mewah atau sekadar mengikuti tren. Jika niatnya bukan untuk silaturahmi atau ibadah, maka nilai pahala bisa berkurang.

Baca Juga: Makin Memanas! Teddy Pardiyana Lawan Balik Tudingan Serakah: Kami Tak Menuntut Warisan!

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, bukber yang dilakukan tanpa niat baik hanya menjadi kegiatan makan bersama tanpa nilai ibadah.

2. Pemborosan dan Berlebihan
Tidak jarang bukber justru identik dengan makanan berlimpah yang akhirnya terbuang. Padahal Islam melarang sikap berlebih-lebihan.

Baca Juga: Sejak Pagi Jam 7 Tol Rangkasbitung–Cikulur Dibuka Gratis Jelang Mudik Lebaran 2026

Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)

Sikap boros ini bertentangan dengan semangat Ramadan yang justru mengajarkan kesederhanaan dan pengendalian diri.

Baca Juga: Kiamat Digital di Depan Mata? Jika Iran Putus Kabel Optik Selat Hormuz, QRIS dan Perbankan RI Terancam Lumpuh Total!

3. Mengabaikan Ibadah
Dalam beberapa kasus, bukber justru membuat orang lalai dari ibadah seperti shalat Maghrib berjamaah atau shalat Tarawih karena terlalu asyik berbincang.

Padahal Allah SWT mengingatkan:

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)

Jika kegiatan bukber sampai melalaikan kewajiban ibadah, maka tujuan Ramadan menjadi tidak tercapai.

Baca Juga: Dulu Bintangi Angling Dharma, Siapa Sangka Artis Cantik Ini Kini Jadi Bos Besar OJK 2026!

Bukber Sebagai Pendidikan Karakter

Pada akhirnya, bukber seharusnya dipahami sebagai media pendidikan sosial dan spiritual. Di dalamnya terdapat nilai silaturahmi, kepedulian, kebersamaan, serta penguatan karakter religius.

Jika dilakukan dengan niat yang tulus, sederhana, dan tidak berlebihan, bukber dapat menjadi sarana membangun masyarakat yang lebih peduli, religius, dan harmonis. Namun sebaliknya, jika hanya dijadikan ajang gengsi atau pemborosan, maka kegiatan ini justru kehilangan makna Ramadan yang sesungguhnya.

Baca Juga: Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H, Ada Potensi Libur "Long Weekend" 7 Hari!

Ramadhan mengajarkan kita satu hal penting: bukan seberapa mewah buka bersama yang kita lakukan, tetapi seberapa besar nilai kebersamaan, keikhlasan, dan ketakwaan yang kita bangun di dalamnya.*****

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.