Blunder Kebijakan? Belajar Daring Dibatalkan, Publik Soroti Polemik MBG dan BBM

AKURAT BANTEN - Berita tentang pembelajaran jarak jauh atau daring sebelumnya sudah digembor-gemborkan sejak beberapa minggu terakhir. Ini merupakan inisiatif dari pemerintah menyikapi krisis bahan bakar minyak dalam negeri atas konflik Iran dan AS-Israel yang hingga saat ini makin meningkat dan belum ada tanda-tanda berhenti.
Berita tentang pembelajaran daring tersebut mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, termasuk dari anggota DPR. Banyak yang menanggapi negatif perihal kebijakan pembelajaran tersebut, mungkin masih berasa trauma saat pandemi covid-19 beberapa tahun lalu.
Pada waktu itu terjadi learning loss atau penurunan kualitas akademik, sehingga pembelajaran tatap muka harus tetap dilaksanakan karena dengan demikian pembelajaran bisa lebih optimal. Hal ini didukung oleh penyataan Menko PMK Pratikno.
“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss (penurunan kualitas akademik). Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring (tatap muka) bagi siswa” ungkap Pratikno, pada Selasa (24/3/2026).
Lebih jauh lagi, jika dikaitkan program pemerintah saat ini tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus berjalan, tidak memungkinkan untuk siswa saat pembelajaran daring, namun tetap ke sekolah untuk mengambil hak MGB tersebut.
Pernyataan keras disampaikan anggota DPR Adian Napitupulu membuat publik bingung, prihal kebijakan sekolah online tapi siswa tetap harus datang ke sekolah untuk ambil program MBG.
Baca Juga: Dipangkas Purbaya! Operasional MBG Dikurangi dari 6 ke 5 Hari, Hemat Hingga Rp40 Triliun
Bagaimana mungkin dengan alasan hemat BBM dengan belajar dirumah tapi siswa diharuskan ke sekolah untuk mengambil jatah MBG.
Akhirnya rencana pemberlakuan pembelajaran jarak jauh atau daring respon penghematan atas naiknya harga minyak dunia resmi dibatalkan oleh pemerintah, setelah mendapatkan banyak respon negatif dari masyarakat.
Hal ini menyikapi ketidakpuasan masyarakat dengan membandingkan rencana belajar online atau daring namun tetap diberlakukannya MBG tanpa ada pemotongan.
Baca Juga: Tragis! Gegara Uang Kurang Bayar Miras, Seorang Pria Tewas Dikeroyok
Pemerintah menegaskan komitmennya di sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Proses pembelajaran siswa akan tetap dilaksanakan tatap muka. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas pendidikan tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








