Banten

Viral! Guru Potong Rambut Siswi di Garut, Jadi Evaluasi Cara Terapkan Disiplin di Sekolah

Abdul Marta Nurdin | 8 Mei 2026, 13:15 WIB
Viral! Guru Potong Rambut Siswi di Garut, Jadi Evaluasi Cara Terapkan Disiplin di Sekolah
ilustrasi saat potong rambut siswi (istimewa)

AKURAT BANTEN - Kasus pemotongan rambut siswi di salah satu SMK Negeri di Garut, Jawa Barat, viral di media sosial menjadi sorotan Warganet.

Dalam video yang beredar, guru Bimbingan Konseling (BK) terkait telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap melakukan evaluasi atas tindakannya.

Peristiwa ini memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai aturan sekolah tetap penting ditegakkan demi menjaga kedisiplinan siswa.

Baca Juga: Benarkah Isu Ijazah Palsu Jokowi Cuma 'Screen' untuk Kasus Lebih Besar? Ini Analisis Tajam Politisi PDIP, Guntur Romli

Disisi lain, banyak juga yang menilai caranya yang kurang tepat sehingga mempengaruhi psikologis siswa seperti adanya rasa malu karena mendapat perlakuan tidak wajar.

Pada era pendidikan modern saat ini , disiplin tidak hanya soal hukuman, tetapi merupakan pembinaan yang humanis dan komunikatif.

Guru memiliki peran penting sebagai pendidik sekaligus pembimbing dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Baca Juga: Geger! Kasus Razia Rambut Siswi di SMKN 2 Garut, Begini Nasib Oknum Guru BK Setelah Dipanggil Dedi Mulyadi!

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan di lingkungan sekolah kini mudah tersebar di media sosial.

Karena itu, sekolah perlu lebih bijak dalam menerapkan aturan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.

Ke depannya, lingkungan sekolah diharapkan dapat memperkuat disiplin positif melalui komunikasi, konseling, dan kerja sama dengan orang tua.

Baca Juga: Barcelona Mulai Bergerak! Julian Alvarez Bisa Tinggalkan Atletico Madrid Usai Gagal Total Musim Ini

Sementara siswa pun perlu juga memahami bahwa tata tertib sekolah dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan nyaman.

Pada akhirnya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menegakkan aturan tanpa mengabaikan rasa hormat terhadap martabat dan perasaan peserta didik. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.