Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri, Lengkap dengan Hukum Pelaksanaanya!

AKURAT BANTEN - Tak terasa Idul Fitri akan segera tiba. Namun dalam pelaksanaanya umat Muslim diharuskan untuk melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri sebelumnya. Lantas, bagaimana niat dan tata cara pelaksanaanya? Berikut ulasannya.
Dikutip Akurat Banten dari situs resmi Nahdlatul Ulama, mandi sunnah Idul Fitri sangatlah dianjurkan baik bagi Muslim laki-laki maupun perempuan. Mandi sunnah ini juga tidak hanya diperuntukan bagi Muslim yang hendak shalat ied saja melainkan untuk seorang wanita yang sedang haid dan nifas.
Dalam kitab Al Muwatha, mandi sunnah Idul Fitri berlaku bagi umat Islam yang tidak menghadiri shalat ied. Berikut akan dijelaskan niat dan tata cara mandi sunnah Idul Fitri.
Baca Juga: Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum yang Sering Diucapkan saat Idul Fitri, Ini Cara Menjawabnya!
Niat Mandi Sunnah Idul Fitri
Adapun niat untuk melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri sebagai berikut:
“Nawaitu ghusla iidifitri sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta’ala.
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri
Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan badan dari kotorsn maupun najis yang menempel di badan. Bagi yang ingin melaksanakan mandi sunnah ini berikut tata caranya:
- Membaca niat mandi sunnah Idul Fitri
- Membaca basmalah dan berdoa memohon perlindunan Allah dari godaan syaiton
- Dilanjutkan mencuci kedua telapak tangan hingga bersih
- Mencuci kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis jika ada
- Berwudhu seperti wudhu untuk sholat
- Mencuci seluruh badan mulai dari kepala hingga kaki dengan air bersih dan suci
- Mengusap seluruh badan dengan tangan agar tidak ada yang terlewatkan.
Baca Juga: Apakah Hukum Tukar Uang Baru Jelang Lebaran Termasuk Riba? Begini Penjelasannya
Hukum Mandi Sunnah
Meskipun tidak ada satu pun yang shahih, dalam buku Shalatul Mu’min Buku Induk Shalat, para ulama sepakat bahwa mandi sunnah Idul Fitri hukumnya sunnah.
Kemudian dalam buku Fiqih Sunnah disebutkan bahwa pengarang kitab Al-Badar Al-Munir berkata bahwa semua hadits yang membahas mandi pada kedua hari raya adalah dha’if. Selain itu juga terdapat beberapa perkataan sahabat nabi yang menyatakan bahwa mandi pada dua hari raya adalah sunnah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan







