Mengenal Tradisi Munggahan, Adat di Jawa Barat dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2026

AKURAT BANTEN - Menjelang bulan suci Ramadhan, ada beberapa tradisi yang dilakukan masyarakat di Indonesia khusunya di Jawa Barat yaitu Munggahan.
Munggahan ini adalah tradisi yang sering dilakukan takala sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan.
Seperti diketahui, bulan Ramadhan 2026 akan segera tiba, dan mulai puasa diperkirakan akan jatuh pada tanggal 18 Februari 2026.
Baca Juga: Tetap Jalan Saat Puasa, Skema MBG Ramadan 2026 Diatur: Siswa Muslim Dapat Menu Kering
Meski demikian, keputusan awal puasa Ramadhan 2026 ini harus menunggu hasil sidang Isbat, yang akan digelar pemerintah pada 17 Februari 2026.
Biasanya satu hari menjelang puasa Ramadhan, umat Islam di Jawa Barat akan melakukan tradisi Munggahan.
Lantas apa sebenarnya arti dari Munggahan?
Dilansir dari berbagai sumber, Munggahan berasal dari kata "unggah" (naik), tradisi ini bermakna simbolis sebagai persiapan fisik dan spiritual untuk "naik" derajat ke bulan yang lebih suci.
Aktivitasnya meliputi silaturahmi, makan bersama (botram), ziarah, dan saling bermaafan.
Baca Juga: Serbuan Permintaan Jelang Ramadhan Bikin Gula Aren Lebak Laris Manis dan Harga Meroket
Selain itu, Munggahan juga di isi dengan berziarah ke makam para leluhur.
Tujuannya adalah untuk silaturahmi, atau mempererat antara keluarga, kerabat hingga tetangga.
Selain itu, sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan Ramadan.
Kemudian, sebagian orang juga menyakini Munggahan sebagai bentuk spiritual, menyucikan diri dari kesalahan
sebelum berpuasa.
Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kualitas Ibadah di Akhir Ramadhan
Tradisi Munggahan ini, umumnya hanya ada di Jawa Barat atau suku Sunda.
Setiap daerah, tentunya memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam Menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 2026.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana





