Tak Diberi Uang Makan, Panwascam di Ciledug Dipukuli Anggotanya

AKURAT BANTEN - Seorang Panwascam yang bertugas sebagai koordinator pengawasan Pemilu 2024 di Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, dipukuli anggotanya.
Hal tersebut terjadi lantaran anggotanya berinisial FF (37) yang bertugas di TPS tidak diberikan uang makan selama dirinya menjalankan tugas pengawasan pemilihan suara.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu rekannya, Fian (35).
Baca Juga: Bima Membara, Sejumlah TPS Dibakar Massa Pendukung Caleg DPRD
Ia menyebut, kejadian itu disebabkan salah satu anggota dari Panwascam tersebut kesal karena pemberian uang makan tak kunjung diberikan hingga perhitungan suara selesai.
“Jadi FF tidak berikan uang makan Rp50 ribu sejak pagi saat bertugas hingga jelang subuh. Koordinator itu selalu menunda, setiap diminta hak uang makan,” ujar Fian, kepada Akurat Banten, Kamis (15/2/2024).
Fian menyebutkan, FF yang tidak terus menerus meminta uang makan kepada koordinator itu akhirnya meminta kembali hak uang makannya pada waktu setelah subuh.
“Saat itu FF menanyakan lagi uang makan itu, lalu ia diminta untuk mengambil C1. Setelah perintahnya selesai, FF yang berniat meminta uang makan itu sudah mulai kesal karena sang koordinator tersebut dianggap sok sibuk bertelepon,” ungkapnya.
Alhasil, lanjut Fian, FF yang menyelesaikan tugasnya, memutuskan untuk pulang ke rumah lantaran permintaan uang makannya tak juga digubris atau diabaikan.
Baca Juga: 5 Aktivitas Menarik di Symphony of The Sea Ancol Bersama Keluarga
Selain itu, Fian juga menyebutkan tak hanya FF yang diabaikan terkait pemberian uang makan.
“Sesampainya di rumah, sekira pukul 05.30 WIB koordinator itu telepon untuk FF untuk ke kelurahan memberi uang makan. Karena kadung kesal merasa mengemis-ngemis, FF yang datang langsung melempar uang itu ke muka dan memukuli koordinator itu,” jelasnya.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Sekertaris Panwascam tingkat Kelurahan Sudimara Timur yang enggan disebutkan namanya mengaku, belum mengetahui kejadian tersebut.
“Kita belum mengetahui kejadian itu. Nanti coba saya tanyakan yang bersangkutan bagaimana kronologisnya,” katanya.
Ia pun mengaku sangat menyayangkan atas kejadian memalukan tersebut, karena dapat mencoreng kredibilitas kepanitiaan Pemilu 2024 khususnya di Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
“Sangat disayangkan, jika hak anggota yang sedang menjalankan tugas negara ini tidak diberikan kepada para anggotanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”








