Wabah PMK Mengintai Tangsel, 300 Dosis Vaksin Disiagakan Untuk Hewan Ternak

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Pasalnya, pada tahun 2022 lalu, wilayah ini pernah masuk dalam kategori zona merah PMK dengan 134 ekor sapi terinfeksi.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar, menjelaskan bahwa penyebaran PMK yang masif pada tahun 2022 lalu disebabkan oleh peningkatan jumlah hewan ternak yang masuk ke Tangsel menjelang Hari Raya Idul Adha.
Baca Juga: Cegah PMK Terhadap Hewan Ruminansia, Dinakeswan Lebak Lakukan Vaksinasi
"Hampir 20 ribu yang masuk ke Tangsel bawa sapi kambing dan domba. Jadi akhirnya yang kena Tangsel,”," ujar Pipit.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus baru PMK di Tangsel sejak awal tahun 2023, Pemkot Tangsel tetap bersiaga. Sebagai upaya pencegahan, DKPPP telah menyiapkan 300 dosis vaksin dan secara aktif melakukan edukasi kepada para peternak.
Baca Juga: Pj Bupati Apresiasi Dinas Pertanian, Sekaligus Resmikan Klinik Hewan Milik Pemkab Tangerang
“Kita juga sudah melakukan upaya-upaya dengan memberikan vaksin kepada hewan ternak,” jelasnya.
Dengan adanya pengalaman menghadapi wabah PMK pada tahun 2022, pemerintah Tangsel berharap dapat mencegah terjadinya penyebaran penyakit ini kembali. Masyarakat diimbau untuk turut serta dalam upaya pencegahan dengan melaporkan jika melihat adanya hewan ternak yang sakit.
Baca Juga: 7 Alasan Kucing Menjadi Hewan Kesayangan Nabi Muhammad, Mengapa Tidak Dijanjikan Allah Masuk Surga?
"Kasus PMK hanya ada di tahun 2022 saja 134 ekor sapi, setelah itu zero lagi. Sampai hari ini belum ada laporan lagi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









