Pagar Makan Tanam! Satpam Dapur MBG Ciputat Malah Jadi Otak Maling 1.700 Ompreng

Skandal mengejutkan mengguncang fasilitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ciputat. Alih-alih menjaga ketat aset negara demi anak-anak bangsa, seorang anggota satuan pengamanan (satpam) justru bertindak sebagai dalang utama pencurian ribuan ompreng hingga genset.
AKURAT BANTEN -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu pilar strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa kembali menghadapi ujian berat.
Namun, ujian kali ini bukan datang dari kendala teknis distribusi, melainkan dari bobolnya benteng integritas di tingkat paling dasar: orang dalam sendiri.
Sebuah kasus pencurian dengan pemberatan yang tergolong nekat terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciputat 07, yang berlokasi di Gang Akoh Eng, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.
Fasilitas vital yang dipersiapkan untuk menunjang hajatan besar pemenuhan gizi masyarakat mendadak lumpuh setelah inventaris utamanya raib tak bersisa.
Awalnya pelaku bungkam, tetapi setelah dilakukan interbiu mendalam, akhirnya dia mengaku mengambil barang-barang di SPPG tersebut dengan dibantu oleh rekan-rekannya, ungkap Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq.
Baca Juga: Jangan Lengah, Garuda! Timor Leste Datang ke Piala AFF 2026 Bawa Skuad Berdarah Eropa
Ketika Penjaga Benteng Berubah Menjadi Perampok
Berdasarkan hasil penyelidikan cepat yang dilakukan oleh Tim Opsnal Polsek Ciputat Timur di bawah komando Kanit Reskrim AKP Akhmad Kholil Effendi, tabir gelap di balik hilangnya inventaris dapur ini akhirnya tersingkap.
Otak intelektual di balik aksi kriminal ini ternyata berinisial TRS alias Cangkim (50), seorang petugas satpam yang sehari-hari diandalkan untuk mengamankan area dapur SPPG.
Alih-alih menggunakan posisinya untuk melindungi aset negara dan yayasan, Cangkim justru bersekongkol dengan komplotan pihak luar untuk melancarkan aksi penjarahan secara sistematis.
Tidak tanggung-tanggung, aksi pencurian ini menggasak berbagai perlengkapan operasional yang sangat vital bagi kelangsungan dapur umum.
Daftar Barang Milik Negara & Yayasan yang Digasak Komplotan:
1.700 Tray (Ompreng Makan Bergizi Gratis) — Target utama pencurian dengan nilai ekonomis tinggi.
2 Buah Kompor — Perangkat utama penunjang memasak porsi besar.
1 Unit Blender & 1 Unit Printer — Perangkat esensial untuk operasional dan administrasi harian.
1 Unit Genset & 1 Power Box — Cadangan daya vital untuk mengantisipasi gangguan listrik dapur.
1 Unit Recorder CCTV — Upaya licik pelaku untuk memutus rekam jejak digital dan mengelabui mata hukum.
1 Kunci Gerbang dan Ruangan — Milik Yayasan Dunia Berkah Mandiri yang dikuasai untuk memuluskan akses keluar-masuk barang jarahan.
Skenario Licik dan Jaringan Pasar Gelap
Kasus ini mulai menemui titik terang ketika aparat kepolisian mengendus adanya informasi intelijen di lapangan.
Sejumlah ompreng dan perlengkapan dapur tersebut mulai ditawarkan ke pasar gelap oleh seorang perantara berinisial DH alias Bucek.
Berbekal petunjuk berharga tersebut, tim buru sergap bergerak tanpa kompromi.
Polisi langsung melakukan penyergapan dan berhasil meringkus tiga dari empat pelaku yang terlibat, yakni TRS alias Cangkim (sang satpam sekaligus otak kejahatan), GZ alias Elub (36), dan DK alias Ole (32). Sementara itu, aparat kepolisian masih terus memburu sisa pelaku lainnya yang melarikan diri.
"Kepercayaan publik adalah taruhan utama kita. Ketika pengaman yang digaji untuk menjaga justru berkolaborasi merusak, maka tindakan tegas tanpa kompromi adalah harga mati," tegas pihak kepolisian dalam arahannya.
Baca Juga: Tergoda Harga Diskon! Manchester United Intip Peluang Angkut Bomber Mematikan Club Brugge
larm Keras: Evaluasi Total Pengamanan Fasilitas Strategis Nasional
Peristiwa miris di Ciputat ini menjadi tamparan keras sekaligus alarm bagi seluruh pengelola program sosial pemerintah di berbagai daerah.
Pengawasan internal di tingkat tapak harus diperketat secara berlapis. Audit berkala terhadap inventaris dan rekrutmen tenaga pengamanan mutlak dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Publik tentu berharap program mulia untuk mencetak generasi masa depan bangsa yang sehat dan cerdas ini tidak dicederai oleh ulah segelintir oknum serakah.
Sanksi seberat-beratnya layak dijatuhkan kepada para pelaku agar memberikan efek jera, sekaligus mengembalikan marwah serta kepercayaan masyarakat terhadap integritas program pemenuhan gizi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!





