KUE WAJIK, Cemilan Para Raja Sampai Cemilan Rakyat Jelata, Ternyata Sangat Mudah Membuatnya!

AKURAT BANTEN - Seiring Perkembangan zaman maka muncullah kreasi atau inovasi pada hampir semua kuliner di Nusantara, sehingga sering kita temui beragam makanan modern yang di olah dari jajanan tradisional. Artinya jajanan tradisional sampai saat ini tetap memiliki daya tarik yang tak dapat diabaikan karena jajanan tradisional masih memiliki tempat khusus dalam hati masyarakat Indonesia.
Berbagai hidangan lezat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi menunjukkan kekayaan budaya dan rasa yang melekat pada setiap wilayah. Tak hanya lezat, makanan ini juga menyimpan banyak cerita dan kisah yang menarik lainnya untuk diungkap. Oleh karena itu, Artikel ini akan mengajak Anda membahas lebih dekat mengenai kelezatan kue wajik, mulai dari asal-usul, beberapa bahan yang dibutuhkan, hingga variasi yang tersedia.
Baca Juga: Daun Seledri untuk Terapi Cuci Ginjal, Manjurkah? Simak 8 Manfaatnya bagi Kesehatan
Asal usul Kue Wajik dan cara mengolahnya:
Kue Wajik merupakan salah satu makanan yang berasal dari Jawa Tengah yang sudah ada sejak zaman raja-raja terdahulu, dimana selalu tersedia dan melekat di meja istana kerajaan.
Menurut sejarahnya, wajik merupakan bagian yang tidak bisa di pisahkan dari tradisi kuliner dalam upacara-upacara keagamaan maupun acara lainnya, seperti pesta pernikahan atau upacara untuk mendapatkan selamatan dari hal-hal yang buruk, seperti musibah atau untuk meminta kesuburan sebelum menanam padi atau syukuran pada masa panen.
Baca Juga: RENUNGAN: Alasan Ekonomi Kaum Muslim Lemah Gegara Para Perokoknya!
Duhulu kala, kue wajik dibuat secara tradisional dengan cara memasak ketan dengan campuran gula kelapa dan santan hingga kental, kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk dan dikonsumsi sebagai hidangan penutup atau cemilan.
Namun seiring berjalannya waktu maka semakin berkembang pula variasi rasa, bentuk serta di bubuhi warna yang berbeda-beda. Beberapa variasi wajik yang populer saat ini di antaranya adalah wajik ketan hitam dan wajik ketan hijau.
Dalam sejarah kuliner Indonesia, kue wajik telah menjadi salah satu makanan yang sangat di hargai dan di ingat oleh banyak orang. Bahkan di era modern ini, wajik masih menjadi makanan yang sangat populer dan dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, wajik juga tergolong mudah untuk dibuat di rumah. Meskipun mungkin terlihat rumit bagi yang belum pernah mencobanya, cara membuat wajik ketan sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di pasar atau supermarket.
Baca Juga: Ini Sosok Juragan Yang Kerap Sebar Uang Dijalan
Bahan-bahan yang di siapkan:
• 500 gram ketan
• 250 gram gula merah, serut halus
• 300 ml santan kental
• 1 lembar daun pandan
• Garam secukupnya
Cara membuat:
• Rendam ketan dalam air selama 4 jam.
• Tiriskan ketan dan kukus selama 20 menit hingga matang.
• Rebus santan, gula merah dan daun pandan sampai mendidih.
• Masukkan ketan dan aduk hingga tercampur rata dan kental.
• Tambahkan garam secukupnya.
• Tuang adonan wajik ke dalam loyang yang telah dioles dengan minyak goreng.
• Biarkan dingin hingga mengeras dan siap disajikan. Sederhana bukan ?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










