Tiket Masuk Pantai Bagedur Naik, Tapi Kotor Banyak Sampah Berserakan

AKURAT BANTEN - Kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, Alek mengatakan, keberadaan sampah di pesisir pantai yang banyak dikunjungi wisatawan sudah biasa terjadi.
Namun begitu, pihak pengelola wisata pantai Bagedur dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tentu sudah menyiapkan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah baik itu yang berasal dari jajanan pengunjung ataupun sampah yang terbawa air laut dari tengah.
"Nya ku Bumdes (iya sama Bumdes). Soal sampah sudah biasa. Aya pengunjung pasti aya sampah (ada pengunjung pasti ada sampah). Terkadang sampah ada kiriman dari tengah laut. Petugas kebersihan itu selalu stanby. Kenaikan tiket masuk hasil kajian dari Pemda," katanya, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: Hampir Rp1000 Triliun Untuk Perang di Gaza, Ekonomi Israel di Ambang Kehancuran
Sebelumnya diberitakan, destinasi wisata pantai Bagedur jadi sorotan. Bukan soal keindahan pantai, tapi banyaknya sampah yang berserakan, dan kenaikan tiket masuk.
Keberadaan sampah yang berserakan di pasir pantai, ternyata menjadi perhatian sejumlah pengunjung asal Kota Tangerang, Helmi (40) yang datang berkunjung ke pantai Bagedur, Minggu (31/12/2023).
"Tiket masuk sekarang Rp10.000 per orang, kalau gak salah dulu hanya Rp5000 per orang. Kalau kata saya yah, keluarga yang liburan ke pantai ini bukan karena punya uang banyak tapi sekalian terapi (berobat) dari kepenatan pikiran," katanya.
Helmi mengungkapkan, dia sering datang ke pantai Bagedur bersama keluarganya saat berlibur selain ke pantai lain di Kabupaten Lebak karena keindahan dan kebersihan pantai.
Dia mengaku kaget, melihat banyak sampah yang berserakan di pasir pantai seperti tidak terurus.
"Iya saya kaget aja, ko banyak sampah kayak nggak diurus. Waktu saya kesini sama keluarga pantai ini bersih, kalaupun ada sampah nggak kaya gini. Kalau seperti ini kan terlihat kotor pantainya," katanya.
Baca Juga: Tabrakan Pesawat A350-900 dan Coastal Guard di Jepang, 6 Tewas Terbakar
Asep Sujana saat di konfirmasi Akurat Banten melalui sambungan teleponnya mengaku, bukan lagi dirinya yang mengelola destinasi wisata Bagedur tapi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukamanah.
"Bukan saya sekarang yang mengelola, sudah diambil alih pengelolaanya itu sama BUMDes. Kami tidak lagi terlibat. Silahkan konfirmasi ke pengurus BUMDes ya jangan ke saya," bebernya.
Asep menyebutkan, peralihan pengelolaan destinasi wisata Bagedur oleh BUMDes pada bulan Desember 2023 menjelang pergantian tahun baru. Menurutnya, selama untuk kepentingan kemajuan desa dan pada pengelolaannya transparan (terbuka) Asep mengaku akan mendukungnya.
"Tanggal 24 Desember pengelolaan wisata Bagedur tidak lagi oleh kami, tapi oleh BUMDes," pungkasnya.
Sampai berita ini dilansir, Akurat Banten masih berupaya konfirmasi untuk memintai tanggapan dari pengurus BUMDes Sukamanah selaku pengelola destinasi wisata Bagedur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









