Banten

Menu Makan Bergizi Gratis Berulat, SPPG Pandeglang Akhirnya Buka Suara: 'Ini Kelalaian Kami'

Abdurahman | 13 Februari 2026, 20:47 WIB
Menu Makan Bergizi Gratis Berulat, SPPG Pandeglang Akhirnya Buka Suara: 'Ini Kelalaian Kami'

AKURAT BANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi standar baru kesehatan siswa di Pandeglang, Banten, kini tengah berada di bawah radar kritik tajam.

Bukan tanpa alasan, sebuah insiden mengejutkan terkait kebersihan makanan baru saja viral dan memicu keresahan orang tua murid.

Alih-alih mendapatkan asupan vitamin lengkap, sejumlah siswa justru mendapati ulat bersarang di dalam menu sayuran mereka.

Baca Juga: Siap-siap Cek Saldo! Pemerintah Umumkan Anggaran Jumbo THR 2026 untuk PNS hingga Pensiunan

Kejadian Viral di Media Sosial

Kabar ini meledak setelah foto-foto wadah makanan berisi ulat hijau kecil yang meliuk di antara sayuran tersebar luas di grup-grup WhatsApp dan media sosial.

Masyarakat pun langsung mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan kualitas (QC) dari pihak penyedia makanan untuk program nasional sebesar ini.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandeglang tidak menampik.

Mereka langsung memberikan pernyataan resmi untuk meredam spekulasi publik.

Baca Juga: Banten Selatan Menjerit: 200 Kilometer Jalan di Lebak Masih Menjadi 'Jalur Neraka' di Tahun 2026

"Ini Kelalaian Kami": Pengakuan Jujur SPPG

Dalam keterangan resminya, pihak SPPG Pandeglang secara ksatria mengakui adanya celah dalam proses distribusi makanan tersebut. Berikut adalah poin-poin utama klarifikasi mereka:

Penyebab Kontaminasi: Ulat diduga berasal dari sayuran hijau yang tidak terdeteksi saat proses pencucian massal.

Faktor Kecepatan Produksi: Diduga karena mengejar target waktu distribusi, ketelitian dalam pembersihan bahan baku menjadi berkurang.

Permohonan Maaf: SPPG secara terbuka meminta maaf kepada para siswa, pihak sekolah, dan orang tua atas ketidaknyamanan yang sangat mengganggu ini.

"Kami mengakui ini adalah murni kelalaian kami dalam sisi pengawasan. Kami memohon maaf dan ini menjadi pelajaran yang sangat mahal," ujar perwakilan SPPG Pandeglang.

Baca Juga: Terkuak! Isi Chat WhatsApp dan Rekaman CCTV Hotel Jadi Bukti Kuat Aliran Dana Bandar Narkoba ke Kapolres Bima

Evaluasi Total: Tak Ada Ruang untuk Kesalahan Kedua

Insiden ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah lain.

Sebagai langkah konkret, SPPG Pandeglang berjanji akan melakukan perombakan pada sistem dapur mereka:

Audit Vendor Sayur: Memastikan bahan baku yang masuk benar-benar segar dan minim hama.

Double-Check System: Menambah personil khusus untuk mengecek setiap porsi sebelum masuk ke tahap pengemasan.

Standar Sanitasi Ketat: Memperketat SOP pencucian sayuran dengan metode yang lebih higienis agar telur atau larva serangga tidak terbawa.

Kepercayaan publik adalah taruhan utama dalam program ini. Satu ulat mungkin terlihat kecil, namun dampaknya terhadap citra program kesehatan pemerintah bisa sangat besar.

Para orang tua kini menuntut adanya transparansi dan jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman