Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Bulan Total, Fakta Medis Justru Bikin Tegang?

AKURAT BANTEN – Setiap kali fenomena gerhana bulan total terjadi, sejumlah mitos lama kembali mencuat di tengah masyarakat.
Salah satu yang paling sering terdengar adalah larangan bagi ibu hamil untuk menyaksikan gerhana secara langsung.
Kepercayaan ini sudah turun-temurun dipercaya di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sejumlah tradisi, ibu hamil dianjurkan tetap berada di dalam rumah saat gerhana berlangsung.
Baca Juga: Salat Gerhana Bulan Total 2 Rakaat, Boleh Dilakukan Sendiri di Rumah?
Bahkan ada yang menyarankan membawa benda logam atau melakukan ritual tertentu sebagai bentuk perlindungan.
Keyakinan tersebut muncul dari cerita rakyat yang mengaitkan gerhana dengan kekuatan mistis atau pertanda tertentu.
Namun secara ilmiah, tidak ada bukti yang mendukung anggapan bahwa gerhana bulan total berbahaya bagi ibu hamil maupun janin.
Gerhana bulan merupakan peristiwa astronomi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.
Warna kemerahan yang muncul saat fase total terjadi akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Cahaya bulan, termasuk saat gerhana, hanyalah pantulan sinar Matahari dengan intensitas yang sangat lemah.
Tidak ada radiasi berbahaya atau efek fisik yang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil.
Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan pelindung mata khusus untuk menghindari kerusakan retina, gerhana bulan aman dilihat langsung dengan mata telanjang.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Terjadi pada 3 Marat 2026, Kemenag Himbau Umat Muslim Lakukan Sholat Khusuf
Tenaga medis menegaskan bahwa faktor yang memengaruhi kesehatan ibu hamil jauh lebih kompleks dan berkaitan dengan asupan nutrisi, pemeriksaan rutin, kondisi psikologis, serta gaya hidup sehari-hari.
Menyaksikan langit malam saat gerhana tidak memiliki korelasi dengan risiko gangguan pada janin.
Lalu dari mana asal mitos ini?
Sejumlah pengamat budaya menilai larangan tersebut berakar dari tradisi masyarakat masa lampau.
Baca Juga: 5 Tempat Nonton Gerhana Bulan Total di Tangerang, Dijamin Bisa Lihat Blood Moon Malam Ini
Dahulu, malam hari identik dengan kondisi yang minim penerangan dan berisiko bagi keselamatan, terutama bagi perempuan hamil.
Melarang mereka keluar rumah saat malam, termasuk saat terjadi fenomena langit yang mencolok seperti gerhana, bisa jadi merupakan cara tradisional untuk melindungi mereka.
Seiring waktu, alasan praktis tersebut berkembang menjadi kepercayaan simbolik yang dikaitkan dengan hal-hal supranatural.
Cerita tentang makhluk mitologi yang “menelan” bulan saat gerhana turut memperkuat keyakinan itu di berbagai wilayah Nusantara.
Baca Juga: Catat Tanggal Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini yang Segera Datang, Tahun 2025?
Meski demikian, penting untuk tetap menghormati nilai budaya yang hidup di masyarakat.
Jika ada keluarga yang masih memegang teguh tradisi tersebut, keputusan untuk tetap berada di dalam rumah tentu sah-sah saja selama tidak didasarkan pada ketakutan berlebihan.
Bagi ibu hamil yang ingin menyaksikan gerhana bulan total, tidak ada larangan medis untuk melakukannya.
Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, tidak terlalu lelah, serta berada di lingkungan yang aman dan nyaman.
Baca Juga: Catat Tanggal Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini yang Segera Datang, Tahun 2025?
Jika cuaca dingin, gunakan pakaian hangat agar tetap nyaman selama berada di luar ruangan.
Gerhana bulan total adalah momen langka yang menarik untuk diamati dan dipelajari.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat akan keteraturan alam semesta.
Dengan pemahaman ilmiah yang benar, masyarakat dapat menikmati keindahan langit tanpa diliputi kekhawatiran yang tidak berdasar.
Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?
Kesimpulannya, larangan ibu hamil menonton gerhana bulan total hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar medis.
Yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan kenyamanan, bukan menghindari fenomena alam yang pada dasarnya aman untuk disaksikan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









