Banten

KOPI LESEHAN 018: Kisah Negeri PATAKA, Pejabat Makan NASI Rakyat Makan SINGKONG!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 11 Oktober 2023, 12:33 WIB
KOPI LESEHAN 018: Kisah Negeri PATAKA, Pejabat Makan NASI Rakyat Makan SINGKONG!

AKURAT BANTEN - Assalamu'alaikum... sodare-sodare, Penulis terpaksa harus bikin deskripsi dulu neh, biar aman dan ga di BORGOL ma Polisi heheheh! "Negeri PATAKA adalah sebuah negeri berbentuk kerajaan yang terletak di sebuah pulau kecil di kelilingi oleh laut dangkal sekitaran Atlantik Kebanyakan dari mereka adalah ras Austronesia dengan jumlah penduduk 20 juta jiwa berdasarkan perhitungan dinas kependudukan mereka 2023"

"Bangsa Austronesia atau suku-suku penutur bahasa Austronesia adalah sekumpulan etnolinguistik atau gabungan berbagai etnis besar di benua Asia (khususnya Asia Tenggara), sebagian Oseania dan sebagian kecil Afrika yang memakai bahasa-bahasa dari keluarga Austronesia"

Nama kerajaan ini cukup terkenal justru karena kekejaman yang dilakukan oleh raja maupun menterinya. Di negeri ini terbilang unik karena terjadi jual beli jabatan dan harganya tertera di setiap sudut dalam "TOKO RAJA" (Toko milik kerajaan), Mulai dari daftar harga Perdana Menteri sampai Ketua RT dan setiap reshuffle menterinya selalu ada diskon mulai dari 20% ampe 40% tergantung sisa masa jabatannya saja, Apakah mau pakai Ijazah palsu sampai asli, sekolah tinggi atau tidak lulus SD, itu bukan syarat, di sini juga tidak berlaku sistim partai tapi siapa yang punya duit boleh beli jabatan.

Baca Juga: KOPI LESEHAN 016: BOCAH MALAYSIA Kelas 2 SD Jadi Bandar JUDI DADU, Menang 5 Juta!

Dikutip dari situs Cambridge Dictionary: "Reshuffle artinya perombakan. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris sehingga tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Istilah reshuffle sendiri sering kali digunakan untuk merujuk pada suatu peristiwa ketika posisi orang atau hal dalam kelompok atau organisasi mengalami perubahan"

Maaf ya ini bukan ceritain Indonesia! Jadi jangan aneh-aneh pikirannya, apalagi sekarang main borgol aja kalau ada yang nulis atau ngomongin sesuatu yang menyinggung perasaan mereka.

"Huft... Apalagi buzzernya, Konyol Buangat! cari uang sih boleh-boleh aja tapi ga begitu juga kale hahaha...!"

Nah, bagai mana ceritanya? Check it Out!

Jamuan makan di kerajaan ini biasanya dilakukan 3 bulan sekali, di undang lah seluruh menteri sampai pejabat di bawahnya untuk memberikan laporan apa saja yang sudah dilakukan baik pada rakyat maupun kekacauan yang mereka bikin untuk negeri sebelah.

Baca Juga: KOPI LESEHAN 017: Seorang GURU di Denda 50 Juta, Gara-gara Suruh Murid SHOLAT

Uniknya adalah, Siapa pejabat yang paling kejam, maka dia akan mendapatkan penghargaan tertinggi dari Sang Raja seperti:

• Pejabat Kerajaan yang telah melindungi pejabat negara lain sekaligus mengamankan uang hasil korupsi dari negaranya.

• Pejabat Kerajaan yang paling banyak mengirimkan tenaga kerja rendahan ke negara lain, baik sebagai Asisten Rumah Tangga atau pun sebagai pekerja Seks Komersial.

Baca Juga: Parah! 240.402 Keluarga di Pandeglang dan Serang Tidak Punya Jamban Layak

• Pejabat Kerajaan yang mampu memasukkan para Investor dari negara sebelah, untuk menguasai seluruh tambang dan hasil bumi dan mereka boleh membawa serta pekerjanya langsung, asal bagi-baginya cakep.

• Pejabat Kerajaan yang mampu menekan rakyat, supaya tidak perlu menjadi orang pintar karena mereka takut adanya perlawanan atau pemberontakan, jadi yang pinter cuma mereka dewek.

• Pejabat Kerajaan yang paling pinter MENJILAT Sang Raja atau menjadi pembisik ulung.

 

"ACARA penyerahan penghargaan tersebut cukup meriah, dan di hadiri oleh seluruh pejabat kerajaan, Klo ada pejabat dan rakyat yang ga dateng biasanya akan di hukum cambuk ke keesokan harinya di hadapan rakyat"

Baca Juga: KOPI LESEHAN 016: Seorang GURU di Denda 50 Juta, Gara-gara Suruh Murid SHOLAT

Para pejabat tinggi kerajaan duduk di atas kursi di samping kursi Raja, di kejauhan duduk bersila para rakyat jelata sebagai tim hore atau sekedar memberikan tepuk tangan kalau rajanya sedang berpidato, namun ada juga diantaranya yang melihat dengan sinar mata kebencian, ditengah panggung terdapat tumpukan nasi setinggi bahu orang dewasa, dihiasi dengan aneka daging sapi, Ayam panggang serta menu laut lainnya yang siap di antarkan oleh sejumlah penari perut dan pelayan- pelayan cantik, demplon, bahenol kerajaan.

"Setelah Raja, Kaum bangsawan dan seluruh pejabat kerajaan selesai makan, sisanya dipindahkan dan dilempar kepada seluruh rakyat jelata yang hadir seperti memberi makan pada segerombolan anjing kurap"

Miris, dan sungguh Sedih melihat kejadian itu! Tega mereka memperlakukan rakyatnya seperti itu, mereka sengaja membiarkan rakyatnya hidup seperti kumpulan manusia bodoh yang tidak tau apa-apa, hingga menutup-nutupi kesengsaraan rakyatnya.

Tidak hanya sampai disitu, ke esokan harinya Sang Raja mengumpulkan seluruh rakyatnya untuk mendengarkan aturan baru kerajaan, begini isi pidatonya:

"Wahai rakyat jelata, kalian tidak perlu risau karena gagal panen, kekeringan dan langkanya air bersih saat ini. Beras sudah kami Impor cukup untuk kebutuhan satu tahun kedepan, untuk konsumsi kami.
Sungguh, Kalian sangat tak pantas makan nasi, Karena nasi adalah makanannya para Raja, keturunan bangsawan dan para Pejabat Kerajaan. Kalian sudah sangat bagus dengan makan Singkong dan jenis Umbi-umbian lainnya atau makan Sukun, Jengkol, Pete dan Tempe Bongkrek dicampur ikan teri sedikit. Itu sudah cukup untuk kalian bertahan hidup, kalau kalian makan seperti yang kami makan, Niscaya kami akan hukum dengan 100 kali cambukan dari para algojo di halaman Istana.

Lantas saja seluruh rakyatnya tertunduk karena tertekan oleh pernyataan raja tersebut, wajah mereka seperti olahan Gado-gado yang bercampur antara setuju dan ingin berontak.
SEMOGA cerita ini menginspirasi kita semua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.