Waspada Penyakit Gagal Hati, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

AKURAT BANTEN - Setiap manusia memiliki organ hati yang yang salah satu fungsinya adalah untuk membuang racun dari dalam tubuh. Jika hati tidak bisa menjalankan fungsinya maka disebut gagal hati.
Gagal hati umumnya ditandai dengann mata kulit yang menguning serta perut yang membengkak karena penimbunan cairan.
Jika seseorang mengalami gagal hati, maka akan membahayakan bagi kesehatan organ yang lain. Hal ini dikarenakan racun yang ada dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan dan mengendap.
Melansir dari berbagai sumber, berikut penyebab, gejala, dan cara mengobati gagal hati.
Baca Juga: Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton saat Hari Kartini, Diangkat dari Kisah Perjuangan Perempuan
Penyebab Gagal Hati
Penyebab gagal hati sangat beragam. Yang paling sering terjadi adalah infeksi virus hepatitis, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan overdosis obat paracetamol.
Selain itu, gagal hati juga dapat disebabkan karena faktor berikut :
- Sirosis
- Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, antikejang, dan obat herbal
- Penyalahgunaan NAPZA
- Paparan racun, seperti zat karbon tetraklorida
- Sistem kekebalan tubuh yang menyerang tubuh sendiri
- Penyakit pembuluh darah di hati
- Gangguan metabolik
- Reaksi tubuh atas infeksi berat
Gejala Gagal Hati
Gejala awal gagal hati cenderung ringan dan mirip dengan gejala pada kondisi lain, yaitu sakit perut bagian atas, diare, lelah, mual, dan hilang nafsu makan. Bila kondisi organ hati makin memburuk, gejala yang lebih serius akan muncul. Gejala pada gagal hati tingkat lanjut tersebut meliputi:
- Mudah memar dan pendarahan
- Kulit dan mata berwarna kuning
- Penumpukan cairan di perut
- Muntah darah dan BAB darah
- Lelah dan mengantuk
- Kulit terasa gatal yang parah
Baca Juga: Harus Waspada! Ini Tanda-Tanda Rumah Ada Gangguan Jin
Pengobatan Gagal Hati
Organ hati yang rusak hingga menimbulkan gagal hati bisa kembali menjadi normal, tetapi juga bisa tidak. Jika gagal hati masih dalam tahap awal, bisa dilakukan penyembuhan dengan beberapa cara, di antaranya adalah :
- Obat: Acetylcysteine digunakan untuk membalikkan gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis asetaminofen.
- Perawatan suportif: Apabila gagal hati disebabkan oleh virus, dokter akan fokus mengatasi gejala sampai virus hilang. Pada kasus ini, kadang gagal hati pulih dengan sendirinya.
- Transplantasi hati: Jika gagal hati dipicu oleh kerusakan jangka panjang, langkah pertama mungkin adalah menyelamatkan bagian mana pun dari hati yang masih berfungsi. Bila tidak berhasil, kamu mungkin disarankan untuk melakukan transplantasi hati. Kabar baiknya, prosedur ini sering berhasil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









