Banten

Perlu Waspada! Kenali Jenis Buang Angin Yang Membahayakan Tubuh Anda, Demi Kesehatan

Saeful Anwar | 11 Desember 2024, 21:19 WIB
Perlu Waspada! Kenali Jenis Buang Angin Yang Membahayakan Tubuh Anda, Demi Kesehatan

AKURAT BANTEN-Peristiwa keluarnya gas dari dalam tubuh yang biasa disebut kentut atau disebut juga buang angin. Buang angin umumnya ditandai dengan rasa mulas di perut, kendati demikian terkadang tanpa mulas dan keluar begitu saja. Ada beberapa jenis buang angin yang perlu diwaspadai bagi kesahatan tubuh.

Walaupun sering dianggap memalukan, buang angin adalah proses alamiah yang menyehatkan tubuh.

Anda pasti pernah mengalami macam-macam buang angin, mulai dari yang berbunyi atau tidak, dan buang angin yang berbau maupun tidak berbau.

Lantas, apa penyebabnya? Adakah kondisi kesehatan yang mendasarinya? Inilah jenis-jenis buang angin yang perlu diketahui.

Baca Juga: Pj. Walikota Tangerang Resmi Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Akibat Banjir Lokal dan Kiriman

1. Buang Angin Tidak Berbau

Buang angin yang tidak berbau biasanya disebabkan oleh udara yang tertelan.

Hal-hal seperti menghisap permen, mengonsumsi minuman berkarbonasi, adalah faktor penyumbang buang angin yang tidak berbau.

Selain itu, buang angin yang tidak berbau juga bisa menjadi hasil dari gas yang tidak bisa dikeluarkan dalam bentuk sendawa.

Meski bukan masalah besar, anda tetap bisa mencegah hal ini.

Caranya, kurangi penumpukan gas di perut dengan makan perlahan, hindari menghisap permen, minum minuman berkarbonasi, dan mengunyah permen karet.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Upayakan Langkah Strategis dan Komitmen Percepatan Penurunan Angka Stunting

2. Buang Angin Instan

Anda mungkin pernah mengalami momen tiba-tiba buang saat makan. Hal ini memang menyebalkan sekaligus memalukan.

Tenang, hal ini bukan karena makanan yang sedang dikonsumsi, kondisi ini disebut sebagai refleks gastrokolik.

Refleks ini terjadi ketika perut perlu memberikan ruang untuk makanan yang masuk, sehingga tubuh perlu mengeluarkan gas-gas yang ada di perut.

3. Buang angin Berbau dan Tidak Berbunyi

Pernahkah Anda mengalami buang angin yang tidak berbunyi tapi bau? Kalau pernah, artinya anda mengalami buang angin SBD atau silent-but-deadly.

Buang angin tipe ini bisa jadi disebabkan oleh makanan kaya belerang yang anda konsumsi, seperti kol, brokoli, kangkung, dan pakcoy, telur, daging, bawang putih, dan bawang.

Kalau anda sadari, jenis makanan di atas adalah superfood. Oleh sebab itu, anda tidak perlu menghindarinya.

Makanan ini menyehatkan dan sangat bermanfaat untuk tubuh.

Baca Juga: Kabupaten Tangerang Raih Predikat Inovatif IGA Dari BSKDN Sebagai Kabupaten Inovatif Dalam Ajang IGA 2024

4. Buang Angin dengan Sensasi Terbakar

Kalau anda cinta dengan makanan pedas, maka anda harus siap dengan segala konsekuensinya.

Bukan cuma mulut saja yang bisa terbakar, buang angin bahkan anus anda pun bisa terasa terbakar kalau anda terlalu banyak atau terlalu sering makan pedas.

Kondisi ini dipicu oleh reseptor tertentu di tubuh yang mengenali capsaicin, senyawa pedas yang ditemukan dalam cabai.

5. buang Angin Beruntun

Jika anda pernah buang angin berkali-kali, tapi tidak berbau, boleh jadi disebabkan oleh makanan nabati seperti kacang, lentil, asparagus, dan pisang hijau yang telah anda konsumsi.

Kalau buang angin beruntun yang anda alami disertai bau, mungkin saja anda mengalami intoleransi makanan, yakni kondisi ketika tubuh kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan dengan baik.

 Baca Juga: Jelang Perayaan Natal 2024, Rumah Produksi Patung Rohani di Tangsel Banjir Orderan

Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi laktosa (susu) dan gluten (gandum).

6. Buang Angin Sangat Bau

Buang Angin yang berbau busuk umumnya disebabkan oleh ketidak-seimbangan bakteri yang ada dalam pencernaan.

Untuk mengatasinya, anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya prebiotik.

Jika anda mengalami buang angin yang berbau busuk terus menerus dan mengalami gejala tambahan seperti penurunan berat badan, kembung, mual, kelelahan, atau pendarahan, segera periksakan diri ke dokter.

Pasalnya, kondisi tersebut bisa menandakan malabsorpsi, gejala yang sering menandai penyakit Celiac, penyakit Crohn atau pertumbuhan bakteri usus kecil secara berlebihan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman