Calon Lansia dan Lansia Perlu Tahu, Selalu Buang Air Kecil Dimalam Hari, Bukan Gejala Kandung Kemih, Akibat Apa? Ini Penjelasannya

AKURAT BANTEN - Ada pengertian bahwa, jika sering buang air diwaktu malam hari adalah adanya gejala kandung kemih yang bermasalah. Sebenarnya pendapat ini benar, tetapi juga belum tentu benar.
Sering buang air kecil di malam hari adalah kondisi saat seseorang terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Beberapa penyebabnya, yaitu infeksi saluran kemih dan diabetes.
Tetapi bukan itu saja yang menjadi akar masalah. Adah hal lain yang perlu mendapat perhatian bagi calon Lansia dan Lansia.
Seperti dikatakan tadi, bahwa sering buang air kecil diwaktu malam hari disebut, NOKTARIA atau bisa dikatakan gagal jantung.
N O K T U R I A
Nokturia berarti buang air kecil di malam hari. Adalah gejala gagal jantung, bukanlah gejala gagal kandung kemih.
Menurut penelitian Dr Bansal, dokter yang terkenal di Shivpuri, Shivpuri adalah kota kuno di negara bagian Madhya Pradesh, India, yang dikenal dengan pesona dunia lama, hutan gugur tropis, dan lingkungan yang damai, menjelaskan bahwa :
Nokturia sebenarnya merupakan gejala penyumbatan aliran darah ke jantung dan otak.
Orang dewasa dan orang tua paling banyak mengalami Nokturia karena mereka harus sering bangun di malam hari untuk buang air kecil.
Baca Juga: Jutaan Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Saat Liburan Nataru
Ada nasehat yg salah, agar menghindari minum air sebelum tidur di malam hari karena takut mengganggu tidur dan kencing melulu.
Itu karena mereka berpikir bahwa jika Anda minum air, Anda harus sering bangun pada malam hari untuk buang air kecil.
Apa yg tidak selalu diketahui, bahwa tidak minum air sebelum tidur atau setelah buang air kecil pada malam hari, hal ini merupakan penyebab seringnya serangan jantung atau stroke di pagi hari pada orang dewasa dan orang tua.
Padahal, nokturia artinya sering buang air kecil dan bukan masalah disfungsi kandung kemih.
Tetapi Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsi jantung pada lansia, seiring bertambahnya usia sehingga jantung tidak cukup mampu untuk menyedot darah dari bagian bawah tubuh.
Dalam situasi seperti itu, pada siang hari ketika kita dalam posisi berdiri, aliran darah lebih banyak ke bawah.
Baca Juga: Liburan Nataru, Naik Transportasi Umum di Jakarta Gartis, Cek Tanggalnya!
Sehingga Jika jantung lemah, jumlah darah di jantung menjadi tidak mencukupi dan tekanan pada bagian bawah tubuh meningkat.
Itulah sebabnya orang dewasa dan orang tua mengalami pembengkakan di bagian bawah tubuh pada siang hari.
Ketika mereka berbaring di malam hari, bagian bawah tubuh mendapat bantuan tekanan dari posisi berbaring tersebut sehingga dengan demikian banyak air disimpan di dalam jaringan.
Baca Juga: KAHMI Foundation Berikan Santunan Untuk 1000 Anak Yatim di Jakarta
Air minum kembali ke dalam darah.
Jika terlalu banyak air, ginjal harus bekerja lebih keras untuk memisahkan air dan mendorongnya keluar dari kandung kemih.
Inilah adalah salah satu penyebab utama Nokturia (Sering Kencing pada malam hari).
Biasanya dibutuhkan sekitar 3 atau 4 jam antara saat Anda berbaring untuk tidur dan pertama kali Anda pergi ke toilet.
Baca Juga: Gegara Ungkap Data Baru Keberadaan Buronan Harun Masiku, Yasonna Pernah Copot Dirjen Imigrasi
Setelah 3 atau 4 jam, jumlah air dalam darah mulai meningkat lagi, maka seseorang harus bangun utk ke toilet lagi.
Sekarang timbul pertanyaan mengapa menjadi penyebab penting stroke otak atau serangan jantung ?
Jawabannya adalah, setelah buang air kecil dua atau tiga kali, air dalam darah sangat sedikit.
Air didalam tubuh juga berkurang dengan bernapas.
Hal ini menyebabkan darah menjadi kental dan lengket serta detak jantung melambat saat tidur.
Karena darah yang kental dan aliran darah yg lambat, maka pada pembuluh darah yg menyempit mudah tersumbat.
Baca Juga: Pj Gubernur, Kapolda dan Pj Bupati Pantau Pelaksanaan Natal di Gereja Santa Odelia
Inilah alasan mengapa orang dewasa dan orang tua selalu ditemukan mengalami serangan jantung atau kelumpuhan sekitar jam 5-6 pagi.
Itulah kenapa dalam kondisi ini mereka mati dalam tidur itu sendiri ?
Hal pertama yg harus diberitahukan kpd semua orang adalah bahwa Nokturia, bukanlah kerusakan kandung kemih, tetapi itu adalah masalah penuaan.
Hal lain untuk memberitahu semua orang adalah bahwa Anda harus minum air hangat sebelum tidur dan minum lagi setelah bangun untuk buang air kecil di malam hari.
Baca Juga: Pohon Aren Tua Tumbang, Renggut Satu Nyawa di Cimanggu Pandeglang
Jangan takut dengan nokturia. Minum banyak air, karena tidak minum air bisa membunuhmu
Hal ketiga adalah untuk meningkatkan efisiensi jantung, Anda harus lebih banyak berolahraga dalam waktu yg normal.
Tubuh manusia bukanlah mesin yg akan rusak jika digunakan secara berlebihan, tetapi sebaliknya, semakin banyak digunakan, semakin kuat.
Jangan makan makanan yg tidak sehat, terutama makanan tinggi pati dan goreng²an (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”








