Mengapa Perut Kembung Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya. Yuk Simak!

AKURAT BANTEN - Selama menjalankan ibadah puasa, sebagian orang sering merasakan perut terasa penuh atau kembung.
Kondisi ini biasanya muncul setelah berbuka atau bahkan saat menjelang sahur.
Perut kembung sebenarnya merupakan keluhan pencernaan yang cukup umum dan sering berkaitan dengan perubahan pola makan selama Ramadan.
Saat puasa, waktu makan menjadi terbatas hanya pada saat berbuka hingga sahur. Perubahan ini membuat sebagian orang cenderung makan dalam porsi besar sekaligus atau memilih makanan tertentu yang dapat memicu gas di dalam perut.
Baca Juga: Dampak Puasa terhadap Sistem Pencernaan dan Cara Tubuh Beradaptasi. Ada Apa Aja? Yuk Simak!
Penyebab Perut Kembung Saat Puasa
Salah satu penyebab utama perut kembung adalah penumpukan gas di saluran pencernaan.
Gas dapat terbentuk ketika makanan dicerna oleh bakteri di usus atau ketika seseorang menelan udara saat makan terlalu cepat.
Selain itu, makan terlalu banyak saat berbuka juga bisa membuat perut terasa begah.
Setelah seharian kosong, lambung membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi menerima makanan.
Jenis makanan tertentu juga dapat memicu kembung. Makanan berlemak, bersoda, atau beberapa jenis kacang-kacangan diketahui dapat meningkatkan produksi gas dalam tubuh.
Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, makanan tersebut bisa membuat perut terasa tidak nyaman.
Faktor lain yang sering terjadi saat puasa adalah kurangnya asupan cairan. Ketika tubuh kekurangan cairan, proses pencernaan dapat berjalan lebih lambat sehingga memicu rasa penuh di perut.
Cara Mengatasi Perut Kembung Saat Puasa
Agar puasa tetap nyaman, ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan. Saat berbuka, sebaiknya mulai dengan porsi kecil terlebih dahulu, seperti air putih dan makanan ringan, kemudian lanjutkan dengan makan utama secara bertahap.
Menghindari makanan yang mudah menghasilkan gas juga dapat membantu.
Pilih makanan yang lebih mudah dicerna seperti sayuran, buah, protein, dan karbohidrat kompleks.
Selain itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur.
Aktivitas ringan seperti berjalan santai setelah makan juga dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.
Perut kembung saat puasa umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Dengan mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang tepat, serta menjaga asupan cairan, keluhan ini biasanya dapat diminimalkan sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih nyaman.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







