Sering Tak Disadari, Kebiasaan Saat Sahur dan Berbuka Ini Bisa Mengganggu Kesehatan Lambung Selama Ramadan

AKURAT BANTEN - Selama bulan Ramadan, pola makan berubah karena waktu makan hanya terjadi saat sahur dan berbuka.
Perubahan ini membuat sistem pencernaan, terutama lambung, harus menyesuaikan diri.
Jika tidak disertai kebiasaan makan yang tepat, beberapa hal justru dapat memicu gangguan lambung seperti perut kembung, nyeri ulu hati, atau meningkatnya asam lambung.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan lambung selama menjalankan puasa.
1. Berbuka dengan Porsi Makan Terlalu Besar
Setelah menahan lapar sepanjang hari, sebagian orang langsung makan dalam jumlah banyak saat berbuka. Padahal, makan berlebihan dalam waktu singkat dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan memicu rasa tidak nyaman pada perut.
2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Pedas
Makanan yang terlalu pedas, asam, atau tinggi lemak dapat merangsang produksi asam lambung. Jika dikonsumsi terlalu sering saat sahur atau berbuka, kondisi ini bisa memicu gangguan lambung pada sebagian orang.
3. Langsung Berbaring Setelah Makan Sahur
Kebiasaan tidur kembali setelah sahur dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Hal ini terjadi karena posisi tubuh yang berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
4. Kurang Minum Air Putih
Selama puasa, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup. Kurangnya asupan air dapat memengaruhi proses pencernaan dan membuat lambung terasa tidak nyaman. Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur.
Baca Juga: Dunia Terkecoh! Netanyahu Muncul 'Dari Kematian', Langsung Incar Nyawa Penerus Khamenei
Kesehatan lambung selama Ramadan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Mengatur porsi makan, memilih makanan yang lebih sehat, serta menghindari langsung tidur setelah makan dapat membantu menjaga lambung tetap nyaman selama menjalankan puasa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










