Banten

Awas! Bahaya Highway Hypnosis dan Microsleep Mengintai Pemudik, Ini Cara Mencegahnya

Riski Endah Setyawati | 18 Maret 2026, 21:23 WIB
Awas! Bahaya Highway Hypnosis dan Microsleep Mengintai Pemudik, Ini Cara Mencegahnya
Ilustrasi Mudik (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Perjalanan mudik jarak jauh menyimpan risiko tersembunyi yang sering tidak disadari oleh para pengendara.

Dua kondisi yang paling kerap muncul di tengah perjalanan panjang adalah highway hypnosis dan microsleep yang sama-sama berbahaya.

Keduanya dapat terjadi tanpa tanda yang jelas, namun memiliki dampak serius terhadap keselamatan di jalan raya.

Jalan yang panjang, lurus, dan cenderung monoton justru menjadi pemicu utama munculnya kelelahan mental saat berkendara.

Situasi ini membuat otak kehilangan rangsangan sehingga pengemudi berpotensi mengalami penurunan kesadaran.

Baca Juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Tangerang Berangkatkan 3.150 Orang

Highway hypnosis sendiri merupakan kondisi ketika seseorang tetap mengemudi tetapi berada dalam keadaan seperti setengah sadar.

Dalam situasi ini, pengemudi masih menjalankan kendaraan namun tidak sepenuhnya fokus terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, microsleep merupakan kondisi yang lebih berbahaya karena melibatkan hilangnya kesadaran dalam waktu singkat.

Biasanya microsleep hanya berlangsung beberapa detik, tetapi dalam kecepatan tinggi hal tersebut sudah cukup untuk memicu kecelakaan fatal.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah, mengungkapkan bahwa microsleep sering terjadi saat tubuh sudah tidak mampu menahan rasa kantuk.

Baca Juga: Sorotan TPP ASN Tangsel, Diduga Ada Pengaturan hingga Potensi Penerimaan Ganda

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat seseorang tertidur secara tiba-tiba meskipun hanya beberapa saat.

Gejala highway hypnosis juga tidak kalah berbahaya karena sering kali tidak disadari oleh pengemudi.

Tanda-tandanya antara lain muncul rasa kantuk, fokus menurun, pikiran terasa kosong, hingga sensasi waktu berjalan lebih lambat dari biasanya.

Selain itu, kelopak mata yang terasa berat dan frekuensi berkedip yang meningkat juga menjadi indikasi awal kondisi tersebut.

"Ada beberapa cara untuk mencegah highway hypnosis dan microsleep saat berkendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran," ujar Dede.

Ia menegaskan bahwa pengemudi perlu menjaga kondisi tubuh dan pikiran agar tetap prima selama perjalanan.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menjaga interaksi dengan penumpang selama perjalanan berlangsung.

Percakapan ringan dinilai efektif untuk menjaga otak tetap aktif dan mengurangi rasa jenuh saat berkendara jauh.

Baca Juga: Sudah Diambang Pintu! Ini Jadwal Sidang Isbat dan Prediksi Lebaran Idul Fitri 2026 Menurut Ahli

Selain itu, istirahat secara berkala menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan oleh pengemudi.

Berhenti sejenak setelah menempuh perjalanan panjang dapat membantu memulihkan energi dan konsentrasi.

Pengemudi juga disarankan untuk mengonsumsi minuman berkafein ketika mulai merasakan kantuk.

Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan serta menjaga fokus tetap optimal selama perjalanan.

Camilan ringan atau permen juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi rasa bosan di balik kemudi.

Di sisi lain, kebiasaan makan berlebihan sebelum berkendara sebaiknya dihindari karena dapat memicu rasa kantuk.

Mengalihkan pandangan sesekali ke luar kendaraan juga dapat membantu menyegarkan pikiran, selama tetap menjaga kewaspadaan.

Langkah ini penting agar otak tidak terjebak dalam kondisi monoton yang memicu kelelahan mental.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munich vs Atalanta di Babak 16 Besar Liga Champions, Die Roten Cuma Perlu Imbang

Pengemudi juga diingatkan untuk tidak mengonsumsi alkohol maupun obat-obatan yang dapat memengaruhi konsentrasi.

Zat-zat tersebut terbukti dapat menurunkan kemampuan dalam mengendalikan kendaraan dengan aman.

"Yang tidak kalah penting adalah memastikan waktu tidur cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam, agar tubuh tetap segar dan siap menjalani perjalanan jauh," katanya.

Dengan kondisi tubuh yang prima, risiko terjadinya highway hypnosis maupun microsleep dapat diminimalkan secara signifikan.

Kesadaran akan bahaya ini menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan selamat sampai tujuan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.