Banten

Setelah Lebaran, Ini Penyakit yang Sering Muncul Akibat Pola Makan Berlebih! Ada Apa Saja?

Rahmawati Huda | 28 Maret 2026, 11:37 WIB
Setelah Lebaran, Ini Penyakit yang Sering Muncul Akibat Pola Makan Berlebih! Ada Apa Saja?
Setelah Lebaran, Ini  Penyakit yang Sering Muncul Akibat Pola Makan Berlebih / Freefik

AKURAT BANTEN - Setelah merayakan Lebaran dengan berbagai hidangan khas yang menggugah selera, banyak orang cenderung mengalami perubahan pola makan dan aktivitas.

Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan santan secara berlebihan, ditambah kurangnya istirahat, dapat berdampak pada kondisi kesehatan. Akibatnya, sejumlah penyakit pun kerap muncul usai hari raya.

Berikut beberapa gangguan kesehatan yang sering terjadi setelah Lebaran:

Baca Juga: Berlaku 16 Maret 2026, Aturan Baru SPT Diterbitkan DJP untuk Perjelas Sistem Pelaporan Pajak

  1. Gangguan lambung
    Makan berlebihan dan tidak teratur bisa memicu asam lambung naik atau gastritis.

  2. Flu dan pilek
    Intensitas pertemuan dengan banyak orang saat silaturahmi meningkatkan risiko penularan.

  3. Dehidrasi
    Kurangnya asupan cairan di tengah aktivitas padat dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

  4. Sakit kepala
    Biasanya dipicu oleh kelelahan, kurang istirahat, atau dehidrasi.

    Baca Juga: Viral! Pemerkosaan di Gerai KDMP Pasanggrahan Tangerang, Polisi Periksa Saksi

  5. Kenaikan kolesterol
    Konsumsi makanan berlemak dan bersantan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol.

  6. Lonjakan gula darah
    Makanan manis khas Lebaran berisiko memicu peningkatan gula darah.

  7. Hipertensi dan kenaikan berat badan
    Asupan garam tinggi serta pola makan tidak terkontrol dapat memicu tekanan darah tinggi dan peningkatan berat badan.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, masyarakat disarankan kembali menerapkan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, serta rutin beraktivitas fisik setelah Lebaran.***


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.