Prabowo Subianto: Kadang-kadang BUMN Ya, Maaf Aja, Kadang-kadang Si Pimpinan BUMN Mungkin Keenakan

AKURAT BANTEN - Prabowo sampaikan kritik pedas tentang kinerja badan usaha milik negara (BUMN) yang buruk dan pimpinan BUMN keenakan.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara “Dialog Capres Bersama Kadin” di Jakarta pada Jumat, 12 Januari 2024. Apakah ucapan tersebut menyindir Menteri BUMN Erick Thohir?
Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjelaskan pernyataan tersebut tidak menyindir Menteri BUMN Erick Thohir.
"Saya kira tidak menyindir Menteri BUMN, tapi untuk memberikan motivasi kepada direksi-direksi BUMN agar lebih kompetitif ke depan," kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, dikutip dari Tempo pada Sabtu, 13 Januari 2024.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjelaskan, banyak proyek pembangunan yang diberikan atau dikerjakan BUMN. Proyek-proyek tersebut terdiri dari berbagai bidang, mulai dari infrastruktur hingga transportasi.
"Sampai-sampai kemarin dalam Dialog Kadin, teman-teman Kadin mengeluh 'kita ini enggak dapat apa-apa, yang dapet itu BUMN'," tutur Eddy.
Padahal, ujarnya, BUMN bertujuan untuk menjalankan public service obligation (PSO) alias kewajiban pelayanan publik.
- Baca Juga: Anies Dan Ganjar Tidak Saling Sapa Selesai Acara Haul KH Bisri Syansuri ke-45 di Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang
- Baca Juga: Presiden Jokowi Menanggapi Pernyataan Anies Baswedan, Bahwa Gaji ASN Dan TNI_Polri Tertunda Karena Covid, Perang Dagang Dan Geopolitik
- Baca Juga: Puan Maharani Tampak Akur Dan Akrab Saat Bersalaman Dengan Anies Usai Debat Ketiga Pilpres 2024
Ia menduga, banyaknya proyek yang diberikan kepada perusahaan pelat merah membuat BUMN tidak kompetitif ketika bersaing dengan swasta.
"Dan itu disampaikan oleh Pak Prabowo, ketika mendirikan rumah sakit, ternyata dari segi harga dan dari segi waktu pembangunan (BUMN) tidak kompetitif, akhirnya dikasih ke swasta," tutur Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran lainnya, Erwin Aksa, mengatakan hal serupa. Menurutnya, pernyataan Prabowo adalah sebagai koreksi terhadap pengelolaan BUMN.
"(Dari pernyataan) Pak Prabowo yang saya tangkap, efisiensi di BUMN perlu diterapkan, KPI (key performance indicator/indikator kinerja utama) direksinya harus ada, penawaran BUMN lebih mahal dari swasta," ujar Erwin
Sebelumnya diberitakan, Prabowo Subianto, menjawab pertanyaan soal kesempatan yang sama bagi BUMN dan swasta.
Prabowo menuturkan, BUMN dan swasta harus sama-sama efektif transparan, serta kompetitif.
Prabowo mencontohkan, saat ini dirinya sebagai Menteri Pertahanan, tengah membangun kampus dan rumah sakit.
Untuk itu, pihak pertama yang dia undang untuk membangun proyek tersebut adalah perusahaan BUMN.
Tapi, perusahaan pelat merah yang tidak dia sebut namanya itu memberikan anggaran yang tinggi.
Sedangkan pihak swasta menawarkan harga yang lebih murah. Swasta juga menawarkan waktu pengerjaan yang lebih cepat.
"Kadang-kadang BUMN ya, maaf aja, kadang-kadang si pimpinan BUMN mungkin keenakan, mungkin dia dipasang di situ karena ada backing, kira-kira, ada sponsornya" ungkapnya
"Kita sudah lama di Indonesia boleh kan? Aku bicara apa adanya loh," ujar Prabowo dalam acara Dialog Capres Bersama Kadin di Jakarta pada Jumat, 12 Januari 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










