Sebelumnya Kemenparekraf Dijabat sendiri oleh Sandiaga Uno, Ini Alasan Prabowo, Kenapa Dipecah Menjadi dua?

AKURAT BANTEN - Pada masa kepemimpinan presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf, di pecah menjadi dua bagian kementerian.
Seperti diketahui, sebelumnya Kemenparekraf hanya dipimpin oleh Sandiaga Uno pada priode Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berdasarkan sumber yang diperoleh Akurat Banten dari MPR RI (24/10/2024), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipecah menjadi dua bagian kementerian, yakni:
1. Kementerian Pariwisata dipimpin oleh Menteri Widiyanti Putri.
2. Kementerian Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Teuku Riefky Harsya.
Baca Juga: Tegas! Prabowo Akan Copot dan Suruh Tinggal di Rumah Saja, Bagi Birokrasi yang Mempersulit Rakyat
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perlunya peningkatan fokus dan efektivitas pengembangan kedua sektor yang memiliki karakteristik dan tantangan berbeda.
Kementerian Pariwisata akan bertanggung jawab penuh terhadap pengembangan destinasi wisata, promosi pariwisata, dan pelestarian budaya.
Dengan pemisahan ini diharapkan sektor pariwisata dapat lebih cepat beradaptasi dengan tren global, terutama pascapandemi yang memberikan dampak signifikan terhadap industri ini.
Kementerian ini akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan pengalaman wisata, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung aksesibilitas dan kenyamanan.
Di sisi lain, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mengelola sektor-sektor yang terkait dengan inovasi dan kreativitas, seperti film, seni, desain, dan teknologi digital.
Pemisahan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang semakin penting dalam perekonomian global.
Baca Juga: Diduga Bermuatan Politik, Tampung Demokrasi Laporkan Mendes PDT ke Bawaslu Kabupaten Serang
Kementerian diharapkan lebih agresif dalam mendukung pelaku industri kreatif, memberikan akses pembiayaan, dan memperkuat ekosistem kreatif di seluruh Indonesia.
Kedua kementerian diharapkan berkolaborasi untuk memaksimalkan potensi sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif.
Misalnya, promosi destinasi wisata yang dapat mengintegrasikan unsur kreatif lokal, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung dan menciptakan lapangan kerja baru.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan






