Banten

Doa dari Anies Baswedan Tentang Sekolah Rakyat untuk Prabowo Bikin Heboh, 'Mudah-mudahan'

Andi Syafriadi | 15 Juli 2025, 08:58 WIB
Doa dari Anies Baswedan Tentang Sekolah Rakyat untuk Prabowo Bikin Heboh, 'Mudah-mudahan'

AKURAT BANTEN – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan doa dan dukungannya terhadap program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Anies berharap program ini bisa berjalan sesuai rencana dan membawa manfaat besar bagi masyarakat miskin dan rentan.

Baca Juga: Anies Menjenguk Tom Lembong, Warganet: Kalau Jokowi Temannya Dipenjara, Ditinggalin dah!

Dalam kunjungannya ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (14/7), Anies menyampaikan harapannya agar seluruh tujuan program Sekolah Rakyat dapat tercapai secara menyeluruh.

"Mudah-mudahan terlaksana dengan baik, seperti dengan rencana. Dan apa yang menjadi tujuan bisa terlaksana sampai tuntas. Semua rencana baik kita harapkan bisa terlaksana dengan baik," ujar Anies kepada wartawan.

Sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2014–2016, Anies menilai bahwa pemerintah saat ini sudah memahami dengan baik peran dan tanggung jawabnya dalam menjalankan program-program pendidikan.

Ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut diluncurkan bersamaan dengan Sekolah Rakyat.

Anies menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjangkau seluruh kelompok sasaran, tidak hanya sebagian.

Ia mendorong agar program ini dilakukan secara menyeluruh, adil, dan konsisten hingga selesai.

"Kalau ada program yang baik untuk rakyat ya dijalankan, sampai tuntas untuk semua. Kalau itu sudah program, ya laksanakan sampai tuntas untuk semuanya, jangan hanya sebagian," tegasnya.

Program Sekolah Rakyat resmi dimulai pada Senin (14/7), bertepatan dengan tahun ajaran baru 2025–2026.

Baca Juga: Konsep Pendidikan Yang Salah? Anies Baswedan: Jangan Tempatkan Pendidikan Sebagai Persiapan Kerja

Sekolah ini merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini bertujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui pendidikan berkualitas.

Peserta didik akan menempuh jenjang pendidikan formal dari SD, SMP, hingga SMA secara gratis, termasuk biaya tinggal dan kebutuhan dasar lainnya.

Sebelum dimulai, pemerintah telah melakukan uji coba dan simulasi program pada 9–10 Juli di beberapa lokasi, seperti Jakarta dan Bekasi.

Baca Juga: Indonesia Jual Pasir Laut ke Negara Tetangga, Anies Baswedan: Memangnya Toko Material?

Hari ini, sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat resmi memulai masa matrikulasi, dan 37 titik tambahan dijadwalkan menyusul pada akhir bulan Juli.

Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor 126/HUK/2025, program Sekolah Rakyat tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti Sentra Handayani, Sentra Mulya Jaya, dan Pusdiklatbangprof Kemensos Margaguna di Jakarta.

Di Jawa Barat, titik rintisan meliputi wilayah seperti Sentra Phalamarta Sukabumi, Abiyoso Cimahi, Wyataguna Bandung, dan Bogor.

Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan hingga 200 titik Sekolah Rakyat dan menjangkau lebih dari 20.000 siswa dari keluarga tidak mampu.

Program ini juga disertai dengan upaya pemberdayaan ekonomi bagi orang tua siswa, agar efek manfaatnya meluas ke seluruh keluarga.

Anies menyatakan, bila program ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka akan menjadi investasi jangka panjang untuk keadilan sosial dan pembangunan manusia Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.