Banten

Tak Perlu Kabur ke LN! Pramono Bandingkan Kota New York vs Jakarta yang Bikin Tercengang

Andi Syafriadi | 24 Juli 2025, 09:29 WIB
Tak Perlu Kabur ke LN! Pramono Bandingkan Kota New York vs Jakarta yang Bikin Tercengang

AKURAT BANTEN – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan klaim mengejutkan yang langsung memantik perbincangan publik.

Menurutnya, kondisi transportasi dan lalu lintas di Jakarta saat ini lebih baik dibandingkan dengan salah satu kota metropolitan terbesar di dunia, New York City, Amerika Serikat.

Baca Juga: Wuling Air EV Bikin Takjub, Tapi Posisi Joknya Bikin yang Duduk Jadi Geleng-geleng Kepala!

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai menyelesaikan kunjungan kerja selama sepekan ke New York, dalam rangka menghadiri forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam forum tersebut, Pramono mewakili Jakarta sebagai kota yang sedang mengalami transformasi besar di sektor transportasi dan infrastruktur ramah lingkungan.

"Transportasi di Jakarta rupanya sekarang ini dilihat juga oleh dunia internasional yang mengalami perbaikan," ujar Pramono kepada wartawan pada Selasa, 22 Juli 2025.

Ia menjelaskan, kunjungan ke New York justru membuka matanya bahwa Jakarta telah mengalami kemajuan signifikan dalam hal manajemen lalu lintas dan sistem transportasi massal.

Dibandingkan dengan New York yang kerap dikenal dengan kemacetannya yang parah, Pramono menilai Jakarta saat ini sudah lebih tertib dan efisien.

“Saya lihat sendiri bagaimana New York menghadapi tantangan kemacetan, dan saya bisa katakan Jakarta sudah mulai mengungguli dalam beberapa aspek, terutama dari segi integrasi moda transportasi publik,” tambahnya.

Pramono memaparkan bahwa integrasi antara TransJakarta, MRT, LRT, dan angkutan pengumpan di Jakarta kini mulai berjalan selaras.

Hal ini membuat mobilitas masyarakat semakin mudah dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kapuk Muara: Gubernur Pramono Anung Gerak Cepat Bantu Korban dan Percepat Pemulihan Dokumen

Selain itu, program ganjil-genap, perluasan jalur sepeda, serta sistem tiket terintegrasi juga turut memberikan kontribusi terhadap kelancaran lalu lintas.

Tidak hanya itu, Pramono juga menekankan peran Jakarta Smart City dalam memantau dan mengatur lalu lintas secara digital.

Dengan teknologi seperti CCTV pintar, big data, dan AI (artificial intelligence), Pemprov DKI kini bisa mengidentifikasi titik kemacetan dan meresponsnya secara cepat.

Meski begitu, Pramono tak menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus diselesaikan, seperti perluasan jaringan transportasi publik ke wilayah pinggiran dan peningkatan kenyamanan serta keamanan moda transportasi yang ada.

Baca Juga: PSI Tolak Wacana Pramono yang Ingin Bangun Pulau Kucing di Kepulauan Seribu

Pernyataan Gubernur ini tentu menuai beragam respons dari publik. Sebagian warga Jakarta merasa bangga karena ibu kota mulai mendapat pengakuan dunia internasional.

Namun, tidak sedikit pula yang bersikap skeptis dan menilai klaim tersebut terlalu berlebihan, mengingat kemacetan di beberapa titik Jakarta masih menjadi persoalan harian.

Kendati demikian, perbandingan langsung dari pemimpin daerah seperti Pramono yang baru saja melihat kondisi transportasi kota besar dunia seperti New York tentu menjadi tolok ukur menarik.

Jika benar Jakarta berada di jalur yang tepat, maka transformasi menuju kota layak huni bisa lebih cepat tercapai.

Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, dan kebijakan yang tepat, Jakarta berpotensi menjadi role model kota besar di Asia Tenggara dalam hal transportasi urban yang modern dan berkelanjutan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.