Moment Hangat Pertemuan Prabowo dan Dina Boluarte, Awali Babak Baru Hubungan Indonesia–Peru

AKURAT BANTEN - Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025) dipenuhi suasana ramah dan penuh warna. Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung Presiden Peru, Dina Boluarte, dalam kunjungan kenegaraan perdananya ke Indonesia.
Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol eratnya hubungan dua negara yang tahun ini genap berusia setengah abad.
Baca Juga: Skandal Kuota Haji: KPK Sudah Kantongi Calon Tersangka, MAKI Sebut Kerugian Capai Rp691 Miliar
Prosesi penyambutan dimulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas). Di bawah langit cerah, barisan pasukan berkuda gabungan TNI-Polri dengan seragam kebesaran tampak gagah mengiringi iring-iringan tamu negara menuju istana. Sorak-sorai kecil dan tepuk tangan warga yang hadir menambah semarak momen yang jarang terlihat ini.
Tepat pukul 10.08 WIB, rombongan Dina Boluarte tiba di halaman istana. Puluhan anak SD berdiri berbaris rapi, melambaikan bendera mini merah putih dan Peru sambil tersenyum lebar.
Prabowo, dengan setelan jas hitam dan peci khasnya, melangkah cepat menyambut sang tamu. Keduanya saling menyalami hangat, bertukar sapaan singkat, lalu berdiri berdampingan di podium upacara resmi.
Baca Juga: Pengusaha Tangerang Optimistis Hadapi Tarif Impor 19 Persen
Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari interaksi mereka di Peru pada November 2024. Saat itu, Prabowo mengunjungi Istana Kepresidenan di Lima dan mengundang langsung Boluarte untuk datang ke Indonesia. Undangan itu kini terjawab, bertepatan dengan perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Peru.
Usai upacara penyambutan, kedua pemimpin bergegas menuju ruang pertemuan bilateral di Istana Merdeka. Agenda pembahasan mencakup kerja sama ekonomi, perdagangan, pariwisata, budaya, hingga pendidikan.
Sumber dari lingkaran istana menyebut, peluang perdagangan di sektor pertanian, perikanan, dan ekspor produk UMKM menjadi sorotan utama.
Baca Juga: Tarif Impor 39 Persen Donald Trump Bikin Ekspor Emas Batangan ke AS Terhenti
Tak hanya itu, kedua negara juga membidik kolaborasi di sektor pariwisata. Indonesia dan Peru sama-sama memiliki kekayaan alam dan budaya yang bisa saling dipromosikan. Dari Borobudur hingga Machu Picchu, dari kuliner rendang hingga ceviche, potensi kerja sama promosi lintas benua ini dinilai sangat menjanjikan.
Agenda kunjungan turut mencakup penandatanganan nota kesepahaman di beberapa bidang. Salah satunya adalah peningkatan pertukaran pelajar dan riset akademis, yang diharapkan membuka ruang bagi generasi muda kedua negara untuk saling belajar dan memahami budaya masing-masing.
Selepas pertemuan, Boluarte dijamu makan siang kenegaraan. Hidangan nusantara seperti sate, nasi tumpeng, hingga es kopyor menjadi sajian istimewa. Prabowo sempat menjelaskan filosofi di balik beberapa makanan, sembari mengajak tamunya berbincang santai di sela santapan.
Kunjungan ini juga menjadi momen memperlihatkan sisi humanis hubungan internasional. Bukan hanya soal angka perdagangan atau kesepakatan formal, tetapi juga tentang membangun rasa saling percaya, menghargai, dan menjaga persahabatan yang telah terjalin selama setengah abad.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Misi Prabowo di Balik Anggaran Fantastis Rp7 Triliun untuk Sekolah Rakyat
Bagi banyak pihak, pertemuan Prabowo dan Dina Boluarte di Jakarta adalah awal dari babak baru yang lebih erat antara Jakarta dan Lima.
Harapannya, hubungan ini akan melahirkan manfaat nyata — dari peluang bisnis, pertukaran budaya, hingga kerjasama strategis yang memberi dampak positif bagi rakyat kedua negara. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










