Banten

Ramai Vonis Tom Lembong yang Tidak Masuk Akal, Ferry Irwandi Lempar Pertanyaan Mengejutkan

Andi Syafriadi | 27 Juli 2025, 16:09 WIB
Ramai Vonis Tom Lembong yang Tidak Masuk Akal, Ferry Irwandi Lempar Pertanyaan Mengejutkan

AKURAT BANTEN – Momen panas sekaligus mengejutkan terjadi dalam podcast YouTube milik Deddy Corbuzier yang tayang pada Rabu, 23 Juli 2025.

Influencer sekaligus pengamat sosial, Ferry Irwandi, melontarkan pernyataan tajam yang membuat Deddy artis, presenter, dan Staf Khusus Menteri Pertahanan RI terdiam sejenak tanpa mampu membalas.

Baca Juga: Sama-sama Tak Terima Vonis Tom Lembong, Kejagung Juga Siap Tempuh Jalur Banding

Pernyataan itu dilontarkan Ferry Irwandi dalam konteks membahas ramainya vonis 4,5 tahun penjara terhadap mantan Menteri Perdagangan RI, Tom Lembong, atas kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam importasi gula di Kemendag.

Kasus tersebut menjadi perbincangan hangat karena disebut-sebut baru diproses setelah bertahun-tahun.

Menanggapi fenomena tersebut, Ferry secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terhadap risiko-risiko menjadi pejabat publik atau tokoh yang vokal.

"Om Deddy kok masih berani jadi pejabat, kalau aku nggak, bisa kena (kasus hukum) kapan pun," ucap Ferry, sambil tertawa getir namun penuh makna.

Pernyataan tersebut sontak membuat suasana podcast hening sesaat. Deddy yang biasanya responsif dan lugas, hanya menyunggingkan senyum kaku dan tak langsung menanggapi.

Ferry Irwandi mengaku bahwa banyak kasus hukum besar yang baru diungkap bertahun-tahun kemudian.

Hal ini, menurutnya, membuka kemungkinan bahwa apa yang hari ini dianggap aman, bisa berubah menjadi masalah di masa mendatang.

Ia bahkan mencontohkan kemungkinan konten podcast Deddy Corbuzier sendiri menjadi sorotan hukum di kemudian hari.

Baca Juga: Tak Terima Divonis Penjara 4,5 Tahun, Tom Lembong Ajukan Banding karena Rasa Ketidakadilan

"Bisa jadi podcast ini diperkarakan 8 tahun lagi. Siapa yang tahu? Tom Lembong juga mungkin nggak pernah nyangka," ungkap Ferry dengan nada serius.

Pernyataan Ferry seolah menjadi tamparan bagi banyak pihak yang merasa aman dalam jabatan publik saat ini.

Ia menyampaikan bahwa akuntabilitas dan rekam jejak digital tidak mengenal kedaluwarsa dalam konteks opini publik dan penegakan hukum.

Deddy, yang biasanya menjadi pengendali suasana dalam podcast-nya, tampak cukup terdiam dalam beberapa momen usai pernyataan Ferry.

Baca Juga: Momen Hakim Sebut Tom Lembong Tak Nikmati Hasil Korupsi, tapi Tetap Divonis 4,5 Tahun Bui

Ia hanya memberikan respons ringan dan tidak menanggapi secara langsung sindiran tajam tersebut.

Meski begitu, ekspresi wajah Deddy seakan menunjukkan bahwa ia memahami betul makna mendalam dari ucapan Ferry.

Publik pun menyoroti cuplikan tersebut sebagai salah satu momen “skakmat” paling mengesankan dalam sejarah podcast Deddy Corbuzier.

Klip pernyataan Ferry itu pun viral di media sosial. Banyak netizen menyebut keberanian Ferry sebagai bentuk kebebasan berpendapat yang langka di tengah iklim ketakutan bersuara.

Sebagian lainnya mengkritik pernyataan tersebut sebagai bentuk pesimisme terhadap sistem hukum di Indonesia.

Namun, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa Ferry hanya menyuarakan apa yang selama ini banyak dipikirkan masyarakat: bahwa menjadi tokoh publik di Indonesia memang mengandung risiko besar, bahkan ketika sudah tidak menjabat lagi.

Kritik tajam Ferry Irwandi menjadi pengingat bahwa dalam era digital dan transparansi, setiap tindakan publik akan terekam dan bisa berbalik menjadi bumerang.

Momen diam Deddy Corbuzier bukan sekadar jeda, tapi bisa jadi cerminan bahwa pernyataan Ferry menyentuh titik sensitif dalam benak para tokoh publik: Apa yang kita lakukan hari ini, mungkin akan ditagih di masa depan.

***

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.