Banten

Heboh! Dugaan 5,7 Juta Data Pribadi Nasabah Bocor di Dark Web, Begini Respons Bank Jatim

Cristina Malonda | 15 Juni 2026, 19:47 WIB
Heboh! Dugaan 5,7 Juta Data Pribadi Nasabah Bocor di Dark Web, Begini Respons Bank Jatim
Heboh! Dugaan 5,7 Juta Data Nasabah Bocor di Dark Web, Begini Respons Bank Jatim (Foto: X/DarilyDarkWeb)

AKURAT BANTEN - Jagat media sosial tengah diramaikan dengan isu dugaan kebocoran data pribadi dari para nasabah Bank Jatim.

Informasi tersebut viral setelah akun pemantau aktivitas siber @DailyDarkWeb di platform X mengunggah temuan terkait dugaan peretasan terhadap sistem mobile banking milik bank daerah tersebut.

Dalam unggahan yang beredar sejak Jumat, 12 Juni 2026, disebutkan bahwa seorang pelaku kejahatan siber mengklaim memiliki akses terhadap sekitar 5,7 juta data nasabah yang diduga berasal dari database Bank Jatim. Hal tersebut tentu membuat heboh masyarakat.

Baca Juga: Respon PDIP soal Jokowi Gabung PSI, Deddy Sitorus: Mau Pakai Jaket Partai Apa Pun Terserah

Akun tersebut menyebut data yang diperjualbelikan di forum dark web itu berkaitan dengan layanan mobile banking Bank Jatim dan memuat berbagai informasi sensitif milik nasabah.

Data Pribadi hingga Informasi Perbankan Diduga Bocor

Berdasarkan informasi yang beredar, data yang diduga bocor tidak hanya mencakup identitas dasar nasabah, tetapi juga sejumlah informasi pribadi lainnya.

Beberapa data yang disebut ikut tersebar antara lain nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, hingga riwayat pendidikan.

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Demo Turun ke Jalan Bawa Tuntutan 11+9, Soroti BBM hingga PHK Massal

Tak hanya itu, terdapat pula informasi mengenai pekerjaan, nomor telepon, serta sejumlah identifikasi tambahan yang disebut berkaitan dengan aktivitas layanan perbankan.

Kabar tersebut langsung memicu kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi dan sistem perlindungan siber di sektor perbankan nasional.

Bank Jatim Buka Suara soal Dugaan Peretasan

Menanggapi viralnya isu tersebut, pihak Bank Jatim akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Dalam pernyataan tertulis yang diunggah melalui akun Instagram resmi pada Senin, 15 Juni 2026, manajemen memastikan telah mengambil langkah cepat untuk melakukan investigasi internal.

Baca Juga: Timnas Iran Dihantam Konflik Timur Tengah Jelang Piala Dunia 2026, Kapten Ungkap Situasi Mencekam

Bank Jatim menyebut pihaknya telah menelusuri sampel data yang beredar di forum dark web guna memastikan validitas informasi tersebut.

“Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem internal Bank Jatim,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Selain itu, pihak bank juga menegaskan bahwa karakteristik data yang beredar tidak menunjukkan keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan milik perseroan.

Baca Juga: Megawati Sindir TNI-Polri yang Hadang Demo Mahasiswa: 'Kalau Salah, Tangkap Saya!'

Gandeng BSSN untuk Investigasi Lanjutan

Dalam upaya menelusuri dugaan kebocoran data tersebut, Bank Jatim mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Koordinasi dilakukan melalui Platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS) guna mendukung proses investigasi dan validasi data yang beredar di dunia maya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan sistem serta menjaga kepercayaan nasabah di tengah maraknya ancaman siber yang menyasar sektor keuangan digital.

Baca Juga: Matt Freese, Kiper Jenius AS Lulusan Harvard yang Bersinar di Piala Dunia 2026

Kasus dugaan kebocoran data Bank Jatim kini menjadi perhatian publik, terutama terkait pentingnya perlindungan data pribadi dan penguatan sistem keamanan digital di industri perbankan Indonesia. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.