Pro Kontra Sound Horeg Makin Panas, Ternyata Segini Jarak Aman Menurut Ahli THT

AKURAT BANTEN - Fenomena sound horeg tengah menjadi tren hiburan populer di berbagai daerah Indonesia.
Mengandalkan speaker berukuran besar dengan dentuman suara yang sangat keras, sound horeg sering digunakan dalam acara hajatan, arak-arakan, hingga konvoi komunitas.
Tak jarang, suaranya bisa terdengar hingga ratusan meter dari lokasi acara.
Meski digemari sebagian kalangan, tren ini tak lepas dari pro dan kontra, terutama soal dampaknya terhadap kenyamanan lingkungan hingga kesehatan pendengaran.
Sejumlah warga mengeluhkan gangguan suara, bahkan mengalami pusing dan telinga berdengung usai berada di dekat lokasi sound horeg dalam waktu lama.
Menanggapi fenomena ini, dr. Fikri Mirzaputranto, Spesialis THT dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, menegaskan pentingnya menjaga jarak aman dari sumber suara ekstrem seperti sound horeg.
“Pertanyaannya adalah bagaimana melindungi orang yang tidak berhubungan langsung dengan kesenian tersebut (sound horeg),” ujar dr. Fikri.
Menurutnya, solusi paling sederhana dan efektif adalah menjaga jarak dari sumber suara.
Ia menyebut bahwa dentuman dari sound horeg dapat mencapai tingkat kebisingan hingga 130 desibel (dB), setara dengan suara mesin jet lepas landas atau kembang api dalam jarak sangat dekat.
“Tentu harus ada jarak. Yang paling simpel adalah jarak,” lanjutnya.
Baca Juga: Apa Arti Telinga Berdenging? Simak Penjelasannya Menurut Islam
Paparan suara dengan tingkat kebisingan 130 dB bisa berbahaya jika diterima terus-menerus tanpa pelindung.
Menurut standar kesehatan pendengaran, paparan suara di atas 85 dB selama lebih dari 8 jam sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan pada indera pendengaran.
Suara 130 dB bahkan dapat menimbulkan kerusakan permanen hanya dalam hitungan menit atau detik jika terjadi terlalu dekat tanpa pelindung telinga.
Dr. Fikri menyarankan, jika seseorang berada dalam jarak kurang dari 10 meter dari sumber suara dengan intensitas tinggi, risiko kerusakan pendengaran akan meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Telinga Anies Baswedan Diduga Hendak Digigit Pria Misterius Saat Kampanye di Tasikmalaya
Fenomena ini dinilai butuh penanganan serius, bukan hanya dari sisi medis, tapi juga regulasi dan kesadaran masyarakat.
Banyak netizen di media sosial meminta agar penggunaan sound horeg dibatasi atau diberi aturan ketat, terutama dalam hal durasi, lokasi, dan intensitas suara.
Tak sedikit pula yang menyarankan agar pengelola acara atau pemilik sound system wajib menyediakan pelindung telinga bagi kru dan peserta yang terlibat langsung.
Sementara itu, sebagian masyarakat tetap mendukung eksistensi sound horeg sebagai bagian dari budaya hiburan lokal.
Bagi mereka, sound horeg memberi nuansa meriah dan kekompakan dalam komunitas, terutama dalam acara perayaan.
Namun, di sisi lain, kelompok warga yang merasa terganggu oleh suara bisingnya menginginkan agar sound horeg dibatasi penggunaannya di wilayah pemukiman padat.
Tren sound horeg memang memberikan warna tersendiri dalam dunia hiburan lokal. Namun, risiko terhadap kesehatan pendengaran dan ketenangan warga tidak boleh diabaikan.
Seperti yang diingatkan oleh dr. Fikri, menjaga jarak dari sumber suara keras adalah langkah paling sederhana namun vital untuk melindungi telinga kita.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”








