Banten

Menag Nasaruddin Umar Blunder! Kini Harus Lakukan Ini Demi Bersihkan Nama Baiknya di Mata Guru

Andi Syafriadi | 4 September 2025, 12:33 WIB
Menag Nasaruddin Umar Blunder! Kini Harus Lakukan Ini Demi Bersihkan Nama Baiknya di Mata Guru

AKURAT BANTEN - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf kepada publik, khususnya kepada para tenaga pendidik, setelah potongan video pernyataannya mengenai profesi guru menuai protes dari masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, Menag menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud merendahkan profesi guru.

Baca Juga: Penggeledahan Ditjen Haji, Menag Nasaruddin: Biarkan KPK Bekerja Tuntas

Justru sebaliknya, ia ingin mengingatkan kembali betapa mulia dan pentingnya peran seorang guru dalam membentuk masa depan bangsa.

Potongan video yang sempat viral di media sosial memperlihatkan pernyataan Menag yang dinilai sebagian masyarakat seolah-olah mengecilkan profesi guru.

Akibatnya, banyak pihak, terutama dari kalangan tenaga pendidik, merasa tersinggung.

Menag kemudian memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa ucapan tersebut, jika dipahami secara parsial, memang berpotensi melukai perasaan para guru.

Untuk itu, ia menyampaikan penyesalan yang mendalam.

“Saya tidak ada sedikit pun niat merendahkan guru. Justru saya sangat menghormati dan menjunjung tinggi profesi guru, karena mereka adalah pilar utama dalam membangun generasi bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin juga menegaskan kembali pandangannya mengenai posisi guru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, guru adalah salah satu profesi paling terhormat yang seharusnya mendapatkan dukungan dan penghargaan maksimal dari pemerintah maupun masyarakat.

Baca Juga: Indonesia Siap Bangun Perkampungan Haji di Makkah, Prabowo dan Menag Bawa Misi Besar ke Arab Saudi

“Kalau bukan karena guru, saya dan kita semua tidak akan sampai pada posisi saat ini. Saya pribadi berutang budi pada para guru yang membimbing sejak kecil hingga dewasa. Mereka adalah orang-orang yang membuka jalan pengetahuan dan membentuk karakter bangsa,” tambahnya.

Menag berharap klarifikasi ini dapat mengembalikan kepercayaan para pendidik dan masyarakat luas.

Ia juga meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya memahami konteks ucapan secara utuh.

Protes dari masyarakat terkait potongan video Menag sebelumnya menunjukkan bahwa profesi guru memang memiliki tempat yang sangat istimewa di hati rakyat Indonesia.

Banyak pihak menilai bahwa setiap pernyataan tentang guru harus disampaikan dengan hati-hati, mengingat sensitivitasnya.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Tegaskan Haji 2025 Aman, Ogah Komentar Soal Dugaan Korupsi Era Sebelumnya

Menag Nasaruddin pun berjanji akan lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk kesejahteraan para tenaga pendidik di bawah naungan kementeriannya.

“Ini momentum bagi kita semua untuk kembali meneguhkan penghargaan kepada guru. Saya pribadi akan terus mendorong kebijakan yang pro-guru, karena mereka adalah ujung tombak pendidikan nasional,” ucapnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa komunikasi publik seorang pejabat negara sangat krusial.

Setiap pernyataan bisa berdampak luas jika dipahami berbeda dari maksud sebenarnya.

Meski demikian, permohonan maaf Menag mendapat respon positif dari sebagian pihak, karena menunjukkan sikap rendah hati dan tanggung jawab.

Ke depan, Kementerian Agama bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan diharapkan dapat memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di madrasah dan pesantren yang menjadi fokus kementerian.

Dengan begitu, penghormatan terhadap profesi guru tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Baca Juga: Bau Busuk Kuota Haji, KPK Bidik Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

Permintaan maaf Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi momen penting untuk menegaskan kembali posisi guru sebagai profesi mulia yang layak dihormati.

Kesalahan komunikasi yang terjadi sebaiknya tidak mengaburkan niat baik Menag dalam menjunjung tinggi peran guru.

Lebih dari itu, kejadian ini dapat menjadi refleksi bersama agar seluruh elemen bangsa semakin menyadari pentingnya menghargai dan mendukung perjuangan guru.

Sebab, dari tangan merekalah lahir generasi penerus yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Baca Juga: Muhammadiyah Buka Suara: Minta Menag Kaji Secara Seksama Rencana KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.