Banten

Sri Mulyani Tambah Kaya Sejak Jadi Menkeu, Pantas Prabowo Langsung Reshuffle Kabinet Merah Putih?

Andi Syafriadi | 8 September 2025, 17:43 WIB
Sri Mulyani Tambah Kaya Sejak Jadi Menkeu, Pantas Prabowo Langsung Reshuffle Kabinet Merah Putih?

 

AKURAT BANTEN - Nama Sri Mulyani Indrawati tidak asing bagi publik Indonesia.

Sosok ekonom perempuan yang sudah malang melintang di dunia politik dan keuangan ini tercatat menjadi satu-satunya Menteri Keuangan yang menjabat di tiga masa pemerintahan berbeda: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto.

Kepercayaan lintas pemerintahan itu membuktikan kapabilitas Sri Mulyani dalam mengelola fiskal negara.

Namun, belakangan sorotan publik tidak hanya pada kebijakan fiskal yang ia jalankan, melainkan juga pada kekayaan Sri Mulyani.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Sekarang Gantikan Sri Mulyani Ternyata Bukan Orang Sembarangan di Bidang Ekonomi

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, Sri Mulyani tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp92,85 miliar.

Angka ini naik sekitar Rp13 miliar dibandingkan laporan tahun sebelumnya yang menyentuh Rp79,84 miliar.

Jika ditarik ke tahun-tahun sebelumnya, peningkatan harta Sri Mulyani terlihat konsisten.

Pada 2022, ia melaporkan harta lebih dari Rp68 miliar, sedangkan pada 2021 jumlahnya sekitar Rp58 miliar.

Baca Juga: Sri Mulyani Singgung Pesta di Rumahnya saat Demo dan Penjarahan yang Bikin Menkeu Geleng-geleng Kepala, Ternyata Ini Maksudnya

Dalam tiga tahun saja, kekayaan Sri Mulyani melonjak lebih dari Rp34 miliar.

Kenaikan ini memunculkan berbagai spekulasi, terutama di kalangan warganet.

Banyak yang bertanya-tanya apakah penambahan kekayaan tersebut wajar mengingat posisinya sebagai pejabat publik dengan gaji dan tunjangan yang jelas.

Di media sosial, tidak sedikit netizen yang mengaitkan penambahan kekayaan Sri Mulyani dengan gaya hidup pejabat negara.

Beberapa warganet menyebut bahwa wajar jika kekayaannya meningkat karena aset investasi yang dimilikinya, termasuk properti, deposito, hingga saham.

Namun, ada juga pihak yang mempertanyakan transparansi dan etika pejabat publik ketika harta bertambah signifikan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Rumah Dijarah, Isu Mundur, Sri Mulyani Bersuara: 'Bismillah, Kami Perbaiki'

Perdebatan ini semakin hangat setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengganti posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Pergantian Sri Mulyani menandai berakhirnya era panjangnya di kursi Menteri Keuangan.

Meski alasan resmi reshuffle dikaitkan dengan kebutuhan penyegaran kabinet, publik tidak berhenti berspekulasi.

Ada yang mengaitkan pergantian ini dengan isu politik, ada pula yang melihatnya sebagai langkah strategis Prabowo untuk memasukkan wajah baru di bidang ekonomi.

Baca Juga: OPINI: Sri Mulyani Vs GURU, Wanita Penuh Gelar dan Penghargaan Internasional, Siapa Beban Negara?

Nama Purbaya Yudhi Sadewa, pengganti Sri Mulyani, dinilai sebagai sosok yang juga punya rekam jejak panjang di dunia ekonomi.

Perpindahan kursi ini pun semakin memperkuat isu bahwa reshuffle kabinet bukan sekadar teknis, melainkan juga sarat kepentingan politik dan strategi pemerintahan.

Terlepas dari pro dan kontra, kontribusi Sri Mulyani bagi Indonesia tidak bisa diabaikan.

Ia dikenal berhasil menjaga stabilitas fiskal di tengah krisis global, mengelola utang negara dengan hati-hati, serta memperkuat reformasi pajak.

Baca Juga: Pemerintah Bayarkan Iuran BPJS Kesehatan 146 Juta Jiwa di 2026, Sri Mulyani Sebut Anggaran Capai Rp69 Triliun

Meski demikian, kenaikan hartanya tetap akan menjadi catatan publik yang kritis terhadap transparansi pejabat negara.

Kisah kekayaan Sri Mulyani sekaligus reshuffle kabinet yang menggantinya menunjukkan betapa posisi Menteri Keuangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga sarat dengan dinamika politik.

Publik kini menunggu apakah Purbaya mampu melanjutkan jejak kebijakan yang ditinggalkan, sekaligus menjawab keresahan masyarakat atas isu transparansi kekayaan pejabat negara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.