Banten

Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Dicopot Usai Tegur Anak Walikota Bawa Mobil ke Sekolah

Andi Syafriadi | 16 September 2025, 18:43 WIB
Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Dicopot Usai Tegur Anak Walikota Bawa Mobil ke Sekolah

AKURAT BANTEN - Baru-baru ini, publik di Prabumulih, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan pencopotan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1, Roni Ardiansyah, dan seorang satpam, dengan latar belakang yang cukup kontroversial.

Ada tudingan bahwa pencopotan itu terjadi karena Roni pernah menegur anak Walikota Prabumulih yang membawa mobil ke area sekolah.

Artikel ini membahas kronologi, tanggapan, serta implikasi dari kejadian tersebut termasuk pembelajaran yang bisa diambil bagi pendidikan dan kedisiplinan di lingkungan sekolah di Banten.

Diceritakan bahwa seorang siswa yang menurut sejumlah sumber adalah anak dari pejabat (Walikota) membawa mobil ke lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pungli Seragam di SDN Ciledug Barat, Wali Kota Tangsel Siap Jatuhkan Sanksi Berat ke Kepala Sekolah

Tindakan ini dianggap melanggar aturan parkir atau protokol keamanan sekolah.

Roni Ardiansyah, kepala sekolah, dikabarkan menegur anak tersebut agar tidak membawa mobil ke area sekolah.

Teguran ini kemudian memicu reaksi pihak luar sekolah, dan isu menyebar bahwa teguran tersebut menjadi alasan pencopotan.

Tak lama setelah itu, Roni dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih. Tidak hanya itu, seorang petugas satpam bernama Ageng juga dicopot. 

Baca Juga: Diduga Hasil Hubungan Gelap, Oknum Kepala Sekolah Telantarkan Bayi di Kebumen

Menurut Suherman, yang tampak sebagai sumber atau pihak terkait, tindakan menegur siswa tersebut seharusnya merupakan hal yang tepat dalam rangka menjaga kedisiplinan sekolah.

Suherman juga menyebut bahwa orang tua siswa tersebut khususnya jika siswa tersebut adalah anak pejabat juga harus mendukung upaya kepala sekolah dalam menegakkan aturan.

Sampai saat ini, pihak sekolah maupun Pemkot Prabumulih belum secara resmi mengeluarkan klarifikasi detail mengenai alasan pencopotan selain isu teguran.

Belum jelas apakah teguran itu benar-benar menjadi dasar pencopotan, atau ada faktor lain administratif atau kebijakan internal yang belum terungkap.

Meskipun kasus ini terjadi di Prabumulih, fenomena serupa bisa saja muncul di wilayah lain termasuk Banten. 

Pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, diduga terkait dengan tindakan disipliner terhadap anak pejabat yang membawa mobil ke sekolah.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi bahwa teguran itu satu-satunya alasan.

Kasus ini mencerminkan pentingnya kedisiplinan, keadilan dalam penegakan aturan di sekolah, dan perlunya transparansi dalam pengambilan keputusan pendidikan.

Bagi Banten dan seluruh Indonesia, ini pengingat bahwa sekolah harus menjadi tempat yang adil dan tegas, tanpa kecuali bagi siapapun.

Baca Juga: Viral! Siswa SD di Medan Dihukum Belajar di Lantai Saat Pembelajaran Berlangsung, Kepala Sekolah Akhirnya Buka Suara

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.