Banten

Viral Mobil Terguling di Serang, SMAN 1 Serang Akhirnya Buka Suara, Bongkar Fakta di Balik Aksi Kejar-kejaran Siswa

Andi Syafriadi | 19 November 2025, 19:12 WIB
Viral Mobil Terguling di Serang, SMAN 1 Serang Akhirnya Buka Suara, Bongkar Fakta di Balik Aksi Kejar-kejaran Siswa

AKURAT BANTEN - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kota Serang, Provinsi Banten, ketika sebuah mobil Honda BR-V terguling usai dikejar sekelompok pelajar SMAN 1 Serang.

Kejadian ini viral di media sosial dan menarik perhatian publik karena dinilai berpotensi menjadi aksi persekusi. 

Menurut laporan, peristiwa bermula pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan KH Sochari, Cipare, Serang.

Satu unit Honda BR-V yang dikemudikan seorang remaja berinisial M (16) dan di dalamnya seorang perempuan berinisial D (16), menabrak bagian belakang sebuah mobil Toyota Calya.

Baca Juga: Pemkot Serang Telusuri Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, BKPSDM Mulai Lakukan Pemanggilan

Karena hilang kendali, BR-V tersebut kemudian terguling.

Sebelum kecelakaan, mobil itu dikabarkan diteriaki kata-kata seperti “mesum” dan “maling” oleh sekelompok siswa yang mengejarnya menggunakan sepeda motor.

Diduga, teriakan itu kemudian memicu pengejaran. 

Menurut Kanit Gakkum Polresta Serang, Ipda Dedi Yuanto, pengemudi kurang konsentrasi hingga akhirnya kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Polres Serang Mulai Terapkan SKCK 100 Persen Online Tanpa Antre Sekali Klik, Tanpa Kertas

Pihak SMAN 1 Serang akhirnya buka suara menanggapi tuduhan bahwa para siswanya terlibat dalam pengejaran massal yang menyebabkan kecelakaan.

Menurut sekolah, tuduhan “perbuatan mesum” oleh siswa dalam mobil tersebut tidak dapat dibuktikan dan diduga hanya isu yang berkembang di media sosial.

Komite sekolah mendesak agar proses hukum diikuti secara adil dan tidak ada stigmatisasi terhadap pelajar. 

Insiden mobil terguling yang melibatkan siswa SMAN 1 Serang menyisakan banyak tanda tanya.

Baca Juga: Darurat Limbah Medis di Serang: Puluhan Ribu Alat Kesehatan Bekas Mengancam Permukiman Warga

Di satu sisi, sekolah menolak tuduhan mesum dan mengecam generalisasi.

Di sisi lain, video viral dan tuduhan dari pelajar pengejar menunjukkan bahwa ada miskomunikasi dan potensi konflik sosial yang harus segera diperbaiki.

Bagi warga Banten, peristiwa ini adalah pengingat penting.

Pendidikan formal tak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial terutama di kalangan remaja.

Baca Juga: Gerobak Raksasa Agung Sedayu Serbu Serang Utara, Ketua DPRD Serang Ngaku Nolak Kalau Bukan PSN

Semoga semua pihak dapat menuntaskan insiden ini dengan adil dan konstruktif.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.