Banten

Benarkah DPR Bakal Tutup Seluruh Alfamart dan Indomaret? Simak Penjelasan Resmi Pemerintah Agar Tak Salah Paham

Abdurahman | 25 Februari 2026, 06:28 WIB
Benarkah DPR Bakal Tutup Seluruh Alfamart dan Indomaret? Simak Penjelasan Resmi Pemerintah Agar Tak Salah Paham

AKURAT BANTEN – Media sosial tengah dihebohkan dengan narasi panas mengenai nasib ritel modern di Indonesia.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa DPR RI dan Pemerintah akan segera menutup seluruh gerai Alfamart dan Indomaret. Isu ini pun langsung memicu perdebatan sengit di kalangan netizen.

Namun, apakah benar dua raksasa minimarket ini akan dipaksa angkat kaki? Jangan terjebak hoaks, mari kita bedah fakta sebenarnya dan penjelasan resmi dari pihak terkait.

Baca Juga: Bisikan Terakhir NS Sebelum Wafat Jadi Kunci, Polisi Interogasi Ibu Tiri Hingga Banjir Air Mata

Awal Mula "Bola Liar" Isu Penutupan

Kehebohan ini bermula dari potongan video rapat kerja antara Komisi V DPR RI dengan Kementerian Desa (Kemendes PDT) pada November 2025 yang kembali viral.

Dalam unggahan tersebut, muncul narasi yang mengklaim Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendorong penutupan total gerai minimarket modern.

Sontak, berita ini menjadi "bola liar" di platform seperti TikTok dan WhatsApp Group.

Banyak masyarakat yang khawatir akan kehilangan akses belanja praktis, sementara sebagian lainnya justru mendukung demi kembalinya kejayaan warung kelontong.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkot Tangerang Beri Layanan Sedot Tinja Gratis Selama Ramadan, Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini!

Langkah Tegas Menkop: Stop Ekspansi ke Desa!

Faktanya, yang sedang terjadi bukanlah penutupan total, melainkan pembatasan ketat.

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengeluarkan pernyataan tegas untuk melindungi ekonomi rakyat di tingkat bawah.

Menkop meminta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (Indomaret) untuk menghentikan penambahan gerai baru (ekspansi) ke wilayah pedesaan.

"Saya bilang stop bikin ritel modern di desa. Biarkan di desa itu koperasi yang jualan barang-barangnya," tegas Ferry Juliantono dalam sebuah diskusi daring baru-baru ini.

Langkah ini diambil untuk memberi ruang bagi Koperasi Merah Putih dan warung-warung kecil milik warga agar tetap hidup dan tidak tergilas oleh dominasi modal besar.

Baca Juga: Oligarki Lintas Etnis dan Agama: Siapa Sebenarnya Beking di Balik Kebijakan Kontroversial Jokowi?

Klarifikasi DPR: Isu Penutupan Total adalah Keliru

Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan klarifikasi penting.

Ia menegaskan bahwa isu DPR akan menutup seluruh gerai Alfamart dan Indomaret adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

DPR RI memang fokus pada pengaturan tata ruang dan perlindungan UMKM, namun tidak ada agenda untuk melakukan penutupan massal terhadap unit usaha yang sudah memiliki izin resmi.

Penggunaan foto pejabat negara dalam narasi hoaks tersebut murni merupakan upaya distorsi informasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Badai PHK Mie Sedaap di Gresik: Antara Rumor 'Siasat THR' dan DPR Turun Tangan

Nasib Belanja Masyarakat ke Depan

Bagi Anda pelanggan setia ritel modern, tidak perlu panik. Gerai yang sudah ada tetap beroperasi sebagaimana mestinya.

Namun, ke depan, Anda mungkin akan melihat wajah baru ekonomi desa yang lebih didominasi oleh koperasi lokal.

Pemerintah berharap dengan kebijakan "rem" ekspansi ini, perputaran uang di desa tidak lari ke pusat, melainkan tetap berputar di kantong masyarakat desa itu sendiri (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman