Banten

Pakaian PDL TNI AD Baru untuk Sambut HUT TNI ke 80, Si Hijau Berubah Jadi Apa?

Andi Syafriadi | 2 Oktober 2025, 17:32 WIB
Pakaian PDL TNI AD Baru untuk Sambut HUT TNI ke 80, Si Hijau Berubah Jadi Apa?

AKURAT BANTEN — Menjelang peringatan HUT ke 80 TNI pada 5 Oktober 2025, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersiap mengenakan seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL) baru secara serentak di seluruh matra.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya pembaruan dan peningkatan efektivitas operasional prajurit di medan. 

Perubahan paling mencolok dari seragam PDL baru ini berada pada loreng dan warna.

Seragam versi lama menggunakan Loreng Malvinas yang telah dipakai sejak tahun 1982, dengan pola blok warna besar berupa hijau tua, cokelat tua, dan krem.

Baca Juga: HUT TNI ke 80, Kodiklatal Bagi-Bagi Sembako untuk Ojol dan Warga Sekitar

Sementara itu, seragam PDL baru menghadirkan loreng lebih kecil dengan warna hijau yang lebih muda, serta pola gradasi warna cokelat dan krem yang lebih halus.

Kombinasi tersebut dirancang agar prajurit lebih mudah “tersamar” ketika berada di hutan atau medan vegetatif lainnya.

Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, menyebutkan bahwa pergeseran warna dan desain ini bertujuan agar prajurit lebih aman secara visual ketika berada di lingkungan alam. 

Perubahan desain ini telah diresmikan melalui Keputusan Panglima TNI (Keppang) tertanggal 27 September 2025. Artinya, sudah ada pondasi regulasi formal untuk penggunaan seragam baru.

Baca Juga: Kapan Lihat Parade Alutsista Peringati HUT TNI ke 80 di Monas, Ini Jadwalnya

Peluncuran seragam baru ini tidak terbatas pada satu matra, melainkan seluruh anggota TNI dari AD, AL, hingga AU akan mengenakannya dalam upacara puncak HUT ke 80. 

Beberapa pejabat tinggi TNI pun sudah mulai menggunakan seragam baru tersebut sebagian waktu sebelum 5 Oktober.

Hal ini menunjukkan bahwa fase transisi telah dimulai sebelum pelaksanaan serentak. 

Menurut pernyataan pejabat TNI, pergantian seragam lama ke versi baru bukan sekadar soal estetika. Beberapa poin penting dari perubahan ini adalah:

Baca Juga: Peringati HUT TNI Prabowo Belanja 4 Alutsista Baru, Buang-buang Uang atau Tidak?

Dengan pola loreng lebih kecil dan warna lebih muda, diharapkan prajurit bisa lebih “menyatu” dengan latar belakang alam, terutama saat menjalankan tugas di hutan atau wilayah vegetatif. 

 

Desain baru juga menjadi simbol pembaruan dan adaptasi TNI terhadap kebutuhan operasi kontemporer. Seragam baru mencerminkan bahwa TNI tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mampu berubah sesuai tantangan zaman.

 

Dengan Keppang Panglima TNI, penggunaan seragam baru diresmikan secara resmi sehingga memberikan dasar hukum dan kepastian penggunaan bagi seluruh prajurit. 

Momen 5 Oktober 2025 bukan hanya tentang peringatan HUT ke 80 TNI semata.

Baca Juga: Dibuka Pendaftaran Perwira Prajurit Karier PAPK TNI untuk Jurusan S1 hingga S2, Klik di Sini untuk Syaratnya yang Mudah

Seragam PDL baru yang akan dipakai serentak menandai satu era baru dalam cara TNI menampilkan dirinya lebih modern, adaptif, dan siap menghadapi medan operasi kontemporer.

Bagi prajurit di garis depan, seragam baru ini menjadi bagian nyata dari perubahan struktural institusi militer.

Bagi masyarakat, kehadiran prajurit dengan tampilan baru bisa menjadi simbol bahwa TNI terus bergerak maju bersama bangsa.

Kelak, generasi penerus akan melihat tanggal 5 Oktober 2025 bukan hanya sebagai hari ulang tahun, tetapi sebagai titik perubahan penampilan militer Indonesia menuju masa depan yang lebih profesional dan relevan dengan tantangan zaman.

Baca Juga: TNI Konsultasi ke Polda Metro, Ferry Irwandi Dituding Cemarkan Nama Baik 'Saya Tidak Takut'

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.